Abidin Nahdi, pemandu dari Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, menyatakan bahwa kearifan lokal tetap dijaga masyarakat desa yang terletak di dekat aliran Sungai Kalahan, yang kaya akan bebatuan. Setiap titik wisata dipandu oleh pakar dari dinas terkait, termasuk Bambang Susilo.
Ia menjelaskan, “Saya selalu memantau khususnya tanaman dan menimbulkan kesadaran agar masyarakat tetap melakukan reboisasi untuk tanaman seperti jengkol, kemiri, kareti, dan lainnya.”
Pemanfaatan tambang di wilayah tersebut dilakukan secara bertanggung jawab, dengan hasil yang dikembalikan kepada masyarakat desa wisata. Hutan alam dijaga ketat, terutama karena berada dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura). Bambang menambahkan,
Baca Juga: Puri Agung Negara: Jejak Kejayaan Kerajaan Jembrana di Balik Sentuhan Kolonial
“Di hutan yang ada, satwa langka masih banyak, mulai dari rusa, beruang madu, macan, hingga berbagai jenis burung, termasuk babi yang sering merusak perkebunan warga.”
Selain satwa langka dan hutan tropis yang lebat, desa wisata ini juga menawarkan air terjun eksotis dengan ketinggian mencapai 24 meter.
Kombinasi keindahan alam, satwa, serta edukasi lingkungan menjadikan Desa Belangian sebuah destinasi wisata yang unik, memikat, dan sarat pengalaman belajar bagi setiap pengunjung.***