Redaksi88.com – Memanasnya perdebatan tentang hak cipta dan royalti musik membuat Ariel NOAH akhirnya angkat bicara, khususnya menanggapi kritik dari Ahmad Dhani.
Vokalis NOAH ini menegaskan bahwa ia ingin menciptakan sistem yang lebih mudah bagi penyanyi lain yang ingin membawakan lagu-lagunya, tanpa terbebani prosedur perizinan yang berbelit-belit.
Ariel menilai, sistem direct license yang diusung Ahmad Dhani masih belum memiliki aturan jelas dan justru berpotensi memicu masalah baru di industri musik.
Baca Juga: Polres Bengkulu Utara Perketat Pengawasan Harga Sembako Ramadhan dan Jelang Lebaran 2025
"Sebagai pencipta lagu, saya ingin mempermudah orang lain untuk bisa menyanyikan lagu saya. Karena hal itu sesuai dengan semangat awal saya menciptakan sebuah lagu, yaitu untuk menghibur semua orang yang bisa terhibur oleh lagu itu," ujarnya dalam video Instagram.
Ia juga menekankan pentingnya peran negara dalam mengatur mekanisme hak cipta agar tidak menimbulkan kebingungan dan perpecahan di kalangan musisi dan pencipta lagu.
"Jadi menurut saya yang paling penting sekarang adalah negara hadir untuk mengatur sementara waktu sampai undang-undang yang baru selesai direvisi dan LMK harus secepatnya memperbaiki kinerjanya," tambahnya.
Meski mengakui banyaknya kelemahan dalam sistem Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) saat ini, Ariel tetap yakin bahwa solusi terbaik adalah memperbaikinya, bukan menghapusnya sama sekali.
Menurutnya, direct license mungkin cocok untuk sebagian musisi, tapi bukan opsi ideal bagi semua pencipta lagu.
Baca Juga: Kopi: Minuman Ajaib atau Silent Killer? Ini Fakta Ilmiah yang Perlu Diketahui
"Kalau untuk saya pribadi, sebagai pencipta lagu saya merasa tidak mampu untuk melaksanakan direct licensing seperti yang dibicarakan saat ini. Saya masih membutuhkan LMK untuk mendapatkan atau mengelola hak saya. Tentunya LMK yang kredibel dan bisa dipercaya," tegas Ariel.
Ia juga menyoroti bahwa kekecewaan terhadap LMK tidak hanya dirasakan pencipta lagu, tapi juga promotor acara musik.
"Saya berasumsi direct licensing ini muncul atas dasar kekecewaan para pencipta lagu kepada LMK yang berfungsi melaksanakan hak ekonomi mereka," katanya.
Namun, Ariel meyakini bahwa jika LMK bisa diperbaiki dan dikelola secara transparan, sistem ini tetap bisa menjadi solusi yang adil dan efisien bagi seluruh musisi.