Baca Juga: Richard Lee Gandeng Bobon Santoso, Akan Balas 'Sakit Hati' Warga Palembang dengan Masak 1.000 Ayam
Direct license, menurutnya tidak selalu praktis, terutama bagi pencipta lagu yang tidak punya waktu atau sumber daya untuk mengurus perizinan secara mandiri.
"Saya rasa dari sinilah muncul inisiatif untuk direct licensing yang dicontohkan sekarang atau izin disepakati dan ditransaksikan langsung dengan pencipta lagu tanpa masuk dalam mekanisme LMK. Atas dasar kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap LMK," jelasnya.
Sebagai musisi yang telah lama berkecimpung di industri musik, Ariel paham betul bahwa sistem royalti masih perlu banyak penyempurnaan.
Tapi ia berharap semua pihak bisa mencari solusi bersama tanpa terjerumus dalam perdebatan yang justru memperkeruh keadaan.
Di akhir pernyataannya, ia mengingatkan bahwa tujuan utama lagu adalah untuk dinikmati banyak orang.
Baca Juga: Ariel NOAH Kritik Kinerja LMK: 'Laporan Kurang Detail, Mekanisme Masih Primitif'
Karena itu, ia tetap berpegang pada prinsipnya, siapa pun boleh menyanyikan lagunya, asal sesuai aturan yang berlaku.
Dengan terus memanasnya perdebatan soal hak cipta dan royalti, publik kini menantikan langkah konkret dari pemerintah dan industri musik Indonesia dalam menyusun regulasi yang lebih baik.***
Artikel Terkait
Ifan Seventeen Bongkar Masalah Finansial PFN, Utang Puluhan Miliar, THR dan Gaji Karyawan Masih Nunggak
Influencer Palembang Bongkar Dugaan Settingan di Balik Viralnya Rendang Willie Salim
Buntut Dari Viralnya Konten Masak Rendang 200 Kg di Palembang, Willie Salim Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Pencemaran Nama Baik
Konten Viral Rendang 200 Kg Willie Salim, Warga Palembang Balas Dengan Gelar Masak 1 Ton Rendang untuk Pulihkan Citra
Richard Lee Gandeng Bobon Santoso, Akan Balas 'Sakit Hati' Warga Palembang dengan Masak 1.000 Ayam