Idul Adha 2025: Makna, Keutamaan, dan Tradisi di Indonesia

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 6 Mei 2025 | 13:22 WIB
Idul Adha 2025: Makna, Keutamaan, dan Tradisi di Indonesia.
Idul Adha 2025: Makna, Keutamaan, dan Tradisi di Indonesia.

Redaksi88.com - Idul Adha 2025 adalah salah satu hari raya besar dalam Islam yang diperingati pada 10 Dzulhijjah 1446 Hijriyah. 

Perayaan ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia, khususnya dalam meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS terhadap perintah Allah SWT. 

Tak hanya itu, Idul Adha 2025 juga menjadi momen penting bagi jutaan jamaah haji yang tengah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Artikel ini akan mengulas makna Idul Adha, ibadah yang dilaksanakan selama perayaan, serta bagaimana masyarakat Indonesia dan umat Muslim di seluruh dunia menyambut Idul Adha 2025.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Anggota DPR Alamuddin Dimyati Rois di Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah

Makna Hari Raya Idul Adha

Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan mutlak. 

Namun, sebelum pengorbanan terjadi, Allah SWT menggantikannya dengan seekor domba sebagai wujud kasih sayang-Nya.

Peristiwa ini menjadi dasar utama pelaksanaan ibadah kurban yang dilakukan setiap tahun. 

Umat Muslim yang mampu, dianjurkan untuk menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, atau unta sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah serta sarana berbagi rezeki dengan sesama.

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah dalam Idul Adha 2025

Idul Adha 2025 bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah, yang merupakan bagian dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah periode yang paling mulia dalam Islam. 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

"Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah." (HR. Bukhari)

Amalan-amalan yang dikerjakan pada hari-hari tersebut bahkan lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah, kecuali bagi mereka yang berjihad dengan seluruh hartanya dan tidak kembali. 

Oleh karena itu, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah, dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta melaksanakan ibadah kurban sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Berbagai Sumber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X