Redaksi88.com - Pada bulan Dzulhijjah, terdapat dua puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar bagi yang menjalankannya, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Lalu, bagaimana cara menjalankannya? Mari kita simak lebih lanjut tentang Puasa Tarwiyah dan Arafah beserta panduan lengkapnya.
Puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, yang juga dikenal sebagai bulan haji.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Puasa Tarwiyah menjadi awal dari rangkaian ibadah haji. Pada hari ini, para jamaah haji mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan wukuf di Arafah.
Puasa Arafah sendiri memiliki makna sebagai penambahan kekuatan fisik dan spiritual bagi para jamaah haji sebelum mereka menjalankan rukun haji.
Selain itu, puasa Tarwiyah juga diyakini dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.
Bagi yang menjalankan puasa Tarwiyah, mereka akan mendapatkan pahala yang besar, seperti pahala yang diberikan kepada Nabi Ayub.
Hal ini berdasarkan riwayat Abu Hurairah dalam kitab Nuzhah Al-Majalis wa Muntakhab Al-Nafais:
"Barangsiapa berpuasa pada hari Tarwiyah, maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala kesabaran Nabi Ayub Alaihissalam atas musibahnya. Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala Nabi Isa Alaihissalam."
Sementara itu, puasa Arafah dilaksanakan bersamaan dengan saat para jamaah haji sedang melakukan wukuf di Padang Arafah. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, atau satu hari sebelum Idul Adha.
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Namun, bagi jamaah haji, puasa Arafah tidak disunnahkan.