Puasa Tarwiyah dan Arafah, Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah, Begini Keutamaan, Niat, dan Tata Cara Melaksanakannya

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 24 Maret 2025 | 10:06 WIB
Ilustrasi Foto - Puasa Tarwiyah dan Arafah, Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah, Begini Keutamaan, Niat, dan Tata Cara Melaksanakannya. (Freepik)
Ilustrasi Foto - Puasa Tarwiyah dan Arafah, Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah, Begini Keutamaan, Niat, dan Tata Cara Melaksanakannya. (Freepik)

Bagi yang menjalankan puasa Arafah, dosa-dosa kecil mereka akan dihapuskan selama dua tahun. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim:

"Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang. Dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu," (HR Muslim no. 1162).

Selain itu, orang yang menjalankan puasa Arafah juga akan dibebaskan dari siksa neraka. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka, lebih banyak daripada pada Hari Arafah," (HR Muslim).

Panduan Lengkap Puasa Tarwiyah dan Arafah

Setelah mengenal tentang puasa Tarwiyah dan Arafah, penting untuk mengetahui panduan lengkap dalam menjalankan kedua puasa ini. Mulai dari niat (doa puasa), sahur, hingga berbuka puasa. Berikut panduan lengkapnya:

  1. Niat puasa Tarwiyah

Sebelum menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah kalian wajib terlebih dulu mengetahui doa niat puasanya. Sebab, apa pun amalan yang tidak disertai niat maka tertolak.

Berikut doa niat puasa Tarwiyah dibawah ini:

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala. (Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta ala).

Adapun Niat puasa hari Arafah sebagai berikut:

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta ala. (Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta ala). 

Baca Juga: 50 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

  1. makan sahur 

Sahur bukan hanya sekadar makan dan minum, tapi juga merupakan amalan sunah dianjurkan Rasulullah SAW. 

Yusuf Qardhawi berpendapat sahur adalah hidangan dimakan pada waktu setelah pertengahan malam hingga fajar. 

Sahur bertujuan untuk memberikan kekuatan tubuh kepada orang berpuasa, agar tahan lapar dan rasa haus.

Di antara berkah sahur selain memberikan asupan tubuh, juga memberikan asupan rohani dengan amalan zikir, istigfar dan doa di waktu yang penuh berkah tersebut. Sebab waktu sahur adalah saat rahmat diturunkan.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: baznaz.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X