Fakta Sejarah 1 Juni Hari Lahir Pancasila, Sempat Dilarang di Era Presiden Soeharto

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Minggu, 1 Juni 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi foto Hari Lahir Pancasila.  (Freepik.com)
Ilustrasi foto Hari Lahir Pancasila. (Freepik.com)

Redaksi88.com – Pada tanggal 1 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila di Indonesia.

Peringatan ini bertujuan untuk mengenang momen penting ketika dasar negara Indonesia pertama kali dicetuskan oleh Soekarno dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

Dalam sidang tersebut, Soekarno mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Baca Juga: Proses Hukum Tetap Berjalan Meski 16 Mahasiswa Trisakti Dipulangkan Usai Ricuh Demo

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sebenarnya sudah dimulai sejak era Presiden Soekarno pada tahun 1964.

Namun, peringatan ini sempat dilarang selama masa Soeharto naik sebagai Presiden Indonesia.

Ia menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang keberhasilan pemerintah melawan kudeta G30S 1965.

Baca Juga: Kesaksian Korban Longsor Tambang Batu Gunung Kuda yang Sempat Tertimbun 30 Menit: Saya Masih Hidup, Tolong Bantu

Pada tahun 1970, peringatan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila mulai berhenti setelah Soekarno meninggal dunia.

Selain itu juga karena ada larangan yang dikeluarkan oleh Komando Operasi Pemulihan dan Ketertiban (Kopkamtib).

Peringatan Hari Lahir Pancasila kembali diizinkan pada tahun 1978 usai sidang Dewan Politik dan Keamanan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Polkam, Jenderal M. Panggabean.

Baca Juga: Miris! Bayi Dijual Lewat Modus Adopsi, Polres Ngawi Ungkap Praktik TPPO

Kemudian di era sekarang, dimulai dari Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila. 

Aturan dalam Keputusan Presiden itu juga menyebutkan 1 Juni sebagai hari libur nasional.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X