Mengupas Perbedaan Passion Economy vs Creator Economy, Hobi Bisa Jadi Sumber Cuan

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Senin, 25 Agustus 2025 | 23:12 WIB
Ilustrasi seorang konten kreator yang menyalurkan hobinya hingga menjadi sumber keuntungan. (Freepik.com)
Ilustrasi seorang konten kreator yang menyalurkan hobinya hingga menjadi sumber keuntungan. (Freepik.com)

Passion Economy vs Creator Economy: Dua Wajah Ekonomi Digital

Passion Economy muncul dari hobi atau minat pribadi yang dimonetisasi. Intinya sederhana: apa yang dulu hanya dianggap kesenangan pribadi, kini bisa menjadi sumber penghasilan. Orang yang gemar mendesain, misalnya, dapat menjual template di marketplace. 

Mereka yang suka memasak bisa membuka kelas daring, sedangkan pecinta game dapat menghasilkan uang lewat streaming. Passion economy biasanya bersifat lebih personal, unik, dan erat kaitannya dengan komunitas kecil yang terbentuk secara organik di sekitar si kreator.

Berbeda dengan itu, Creator Economy punya cakupan yang jauh lebih luas. Ia merujuk pada keseluruhan ekosistem digital yang melibatkan kreator, platform media sosial, hingga brand besar yang menjalin kerja sama. 

Baca Juga: Kendati Berisiko Tinggi, Remaja Dinilai Perlu Belajar Investasi Kripto untuk Asah Skill Finansial di Era Digital

Jika passion economy lebih menonjolkan sisi personal, maka creator economy sudah masuk tahap profesionalisasi. Konten dikelola dengan serius, bahkan diperlakukan sebagai bisnis yang berkelanjutan. 

Kreator di ranah ini bisa memperoleh penghasilan dari berbagai sumber, mulai dari iklan, sponsor, merchandise, kursus daring, hingga sistem langganan premium.

Dari segi skala, passion economy umumnya masih berada di tingkat kecil hingga menengah, dengan fokus pada niche tertentu. Sementara itu, creator economy beroperasi di level lebih besar, mampu menjangkau audiens luas, bahkan membangun brand dan perusahaan sendiri.

Contoh nyata passion economy bisa dilihat dari sosok Nessie Judge yang menyalurkan minatnya pada cerita misteri hingga menjadi konten yang digemari banyak orang. 

Baca Juga: OJK Tegaskan Perbankan RI Stabil dan Kuat Meski Kredit Melambat

Ada pula Fadil Jaidi bersama ayahnya, Pak Muh, yang menghadirkan konten keluarga sederhana tetapi autentik, sehingga berhasil membangun kedekatan dengan audiens.

Di sisi lain, creator economy lebih tercermin pada figur seperti Windah Basudara, streamer gaming yang dikenal luas hingga ke level global. Ia bukan hanya seorang gamer, tetapi juga entertainer yang berhasil memonetisasi konten dengan dukungan platform besar dan komunitas masif.

Dari sini terlihat jelas, passion economy dan creator economy saling berkaitan. Passion economy sering kali menjadi pintu masuk, sementara creator economy adalah tahap lanjutan yang lebih terstruktur dan profesional.***

 

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X