REDAKSI88.com – Semakin banyak orang kini melirik e commerce sebagai cara menambah penghasilan. Dengan perkembangan platform belanja online, siapa pun sebenarnya bisa membuka toko digital dan menawarkan produk ke pasar yang lebih luas.
Namun, memulai usaha di e commerce tidak cukup hanya dengan mengunggah barang lalu menunggu pesanan masuk. Persaingan yang kian ketat membuat strategi dan persiapan menjadi kunci utama.
Lebih jauh, kesuksesan bisnis sampingan di e commerce kerap ditentukan sejak langkah awal.
“Siapa pun bisa berjualan, tetapi yang bertahan adalah mereka yang tahu cara membangun fondasi bisnis dengan tepat,” tulis TIME dalam laporannya yang dikutip pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Baca Juga: Kenali Ciri Oli Mesin Motor Palsu Sebelum Terlambat, Lindungi Kendaraan Anda
Lantas, apa saja poin penting yang harus diperhatikan? Berikut ulasan lengkapnya:
1. Tentukan Niche dan Produk
Sebelum membuka toko, tentukan produk yang ingin dijual secara spesifik. Apakah berupa pakaian, aksesori, perlengkapan rumah tangga, makanan ringan, atau bahkan produk digital?
Menetapkan target pembeli juga tidak kalah penting, misalnya menyasar kalangan muda, pekerja kantoran, atau keluarga muda. Produk dengan keunikan jelas akan lebih mudah menarik perhatian.
Fokus pada satu kategori membuat toko terlihat lebih profesional dibanding mencoba menjual segalanya sekaligus.
Baca Juga: Rahasia Hidup Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki yang Bangun Mindset: Kaya Bukan Hanya soal Uang
2. Riset Pasar dan Kata Kunci
Dalam e commerce, mesin pencari dan algoritma platform berperan besar. Karena itu, riset pasar menjadi langkah awal yang wajib dilakukan.
Pelajari tren belanja konsumen, amati toko pesaing, dan cari tahu produk apa yang sedang banyak diminati.
Selain itu, gunakan kata kunci sederhana yang memang biasa diketik calon pembeli. Dengan riset yang tepat, produk akan lebih mudah ditemukan di hasil pencarian.
“Dalam e commerce, visibilitas adalah segalanya. Penjual yang tahu kata kunci populer bisa unggul meski produknya serupa dengan kompetitor,” jelas TIME.
Artikel Terkait
Strategi Investasi Warren Buffett : Reksa Dana Murah hingga Obligasi Jangka Pendek
Emas atau Bitcoin? Mengulik Perbedaan dari Nilai Intrinsik Hingga Regulasi
Kendati Berisiko Tinggi, Remaja Dinilai Perlu Belajar Investasi Kripto untuk Asah Skill Finansial di Era Digital
Langkah Awal Strategi Investasi Saham di 2025: Fokus pada Konsistensi, Bukan Besarnya Modal
Mengupas Perbedaan Passion Economy vs Creator Economy, Hobi Bisa Jadi Sumber Cuan
Mengintip Fenomena Passion Economy, Cara Kreator Konten Menyalurkan Hobi hingga Menjadi Ladang Cuan