"Selain melawan radikal bebas, ciplukan juga disebut dapat membantu mengurangi peradangan. Senyawa khusus bernama withanolides diyakini berperan dalam melindungi tubuh dari penyakit peradangan usus," demikian studi ilmiah yang diungkap Healthline, dikutip pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Tak hanya itu, buah ini juga diyakini mampu memperkuat sistem imun. Kandungan vitamin C di dalamnya cukup tinggi, yakni sekitar 15,4 mg per 140 gram buah, atau setara 21 persen kebutuhan harian wanita dan 17 persen untuk pria. Vitamin C sendiri dikenal penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
Baca Juga: Ini Daftar Pinjol Cepat Cair dan Mudah yang Legal OJK 2025
"Ciplukan juga kaya akan vitamin K, nutrisi yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Vitamin ini membantu proses metabolisme tulang dan memperkuat struktur kartilago. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan kombinasi vitamin K dan D sangat baik untuk mencegah pengeroposan tulang," lanjut Healthline dalam keterangannya.
Manfaat lain yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan mata. Ciplukan mengandung lutein, beta-karoten, dan beberapa karotenoid lain yang dikenal ampuh melindungi penglihatan.
Pola makan kaya karotenoid terbukti mampu mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia, penyebab utama kebutaan pada orang lanjut usia.
Lutein bersama karotenoid lain seperti zeaxanthin dan likopen juga dipercaya dapat mencegah kerusakan mata akibat diabetes.
Dengan begitu, konsumsi rutin ciplukan dapat menjadi salah satu cara alami untuk menjaga kesehatan mata sejak dini.
Dengan segudang manfaat tersebut, tak heran jika ciplukan kini naik kelas dari buah liar yang sering diabaikan menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.
Pada akhirnya, buah mungil asal Indonesia ini perlahan menjelma menjadi “harta karun” baru di dunia kesehatan global.***
Artikel Terkait
Biar Nggak Salah Pilih, Ini 3 Lipstik Terbaik untuk Kulit Sawo Matang
Investasi Emas Online, Cara Kekinian Menabung Emas dengan Mudah
Tarif Impor 39 Persen dari Trump Hentikan Ekspor Emas Batangan ke AS
Mengulik Kandungan Bahan Aktif Obat Nyamuk: Amankah bagi Kesehatan?
Diet Tinggi Protein Tak Seburuk yang Dibayangkan, Studi Ungkap Faktanya