Redaksi88.com - Pernahkah Anda mengalami sakit perut setelah berhubungan intim? Kondisi ini dikenal sebagai dyspareunia, yaitu nyeri yang dirasakan saat atau setelah berhubungan intim, yang dapat dirasakan di berbagai bagian tubuh, termasuk perut. Meski dapat dialami oleh siapa saja, wanita cenderung lebih rentan mengalaminya. Ada beragam faktor, baik fisik maupun psikologis, yang dapat memicu kondisi ini.
Penyebab Sakit Perut Setelah Berhubungan Intim
Sakit perut setelah berhubungan intim seringkali menimbulkan kekhawatiran. Meski umum terjadi, penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.
Dikutip dari Halodoc, berikut ini beberapa penyebab sakit perut usai berhubungan intim, yaitu:
Baca Juga: Sering Kebas, Indikasi Masalah Saraf? Ini Faktanya
- Reaksi dari Ungkapan Emosional
Berhubungan intim membuat orang yang melakukannya merasakan banyak emosi, di antaranya adalah senang, atau bahkan cemas.
Nah perasaan-perasaan tidak menentu yang muncul ternyata dapat memengaruhi kondisi perut kamu.
Apalagi jika saat berhubungan seks yang kamu rasakan adalah stres atau cemas karena aktivitas seksual.
Hal tersebut akan memicu menegangnya otot perut dan pelvis sehingga risiko mengalami sakit perut setelah berhubungan intim akan semakin tinggi.
Baca Juga: Kopi Susu vs Kopi Hitam, Mana yang Lebih Cepat Memicu Asam Lambung?
- Penetrasi yang Terlalu Dalam
Penetrasi yang terlalu dalam akibat testis yang terlalu panjang dapat menyebabkan sakit perut setelah berhubungan intim.
Meski merasa sangat nyeri, rasa sakitnya hanya bersifat sementara dan akan hilang setelah kamu berganti posisi atau beristirahat.
Jika penetrasi terasa terlalu dalam, segera ganti posisi berhubungan guna mencegah sakit perut setelah berhubungan intim, ya!
Artikel Terkait
Gangguan Kecemasan? Ini 5 Cara yang Efektif dan Cepat Untuk Meredakannya
Wajib Tahu! Konsumsi 3 Buah Ini Kaya Akan Likopen Dapat Meningkatkan Kesuburan Pria
Mengenal Manfaat Asparagus untuk Kesehatan Tubuh
Kopi Susu vs Kopi Hitam, Mana yang Lebih Cepat Memicu Asam Lambung?
Sering Kebas, Indikasi Masalah Saraf? Ini Faktanya