Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak Tumbuh Sehat secara Emosional

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 23 November 2024 | 15:30 WIB
Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak Tumbuh Sehat secara Emosional (Foto Ilustrasi/Freepik)
Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak Tumbuh Sehat secara Emosional (Foto Ilustrasi/Freepik)

Redaksi88.com - Kesejahteraan emosional anak adalah bagian penting dari pertumbuhan mereka, dan orang tua sering menghadapi tantangan dalam memahami kebutuhan emosional anak di berbagai tahap usia. 

Melansir dari laman The Health Site, Dr. Hrishikesh Belsare, Konsultan Dokter Anak dari MEDNET Labs, ia mengatakan bagaimana orang tua dapat mengenali fluktuasi suasana hati yang normal dan menangani masalah emosional serius dengan pendekatan yang tepat.

Baca Juga: KPU Provinsi Bengkulu Optimistis Jelang Pilkada 2024 Berjalan Lancar, Aman dan Damai

Mengenali Fluktuasi Emosional Anak

Tahap Bayi (0-1 Tahun):
Pada masa ini, bayi mengekspresikan kebutuhan emosionalnya melalui cara non-verbal, seperti menangis. 

Menurut Dr. Belsare, respon cepat dari orang tua, seperti melakukan kontak mata dan menenangkan bayi, membantu membangun rasa percaya dan keamanan emosional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Unggah Foto Bareng Raja Charles III di Istana Buckingham, Warganet: Bangga Menyaksikannya

Tahap Balita (1-5 Tahun):
Saat anak mulai vokal, orang tua harus memahami perbedaan antara ledakan emosi yang normal, seperti tantrum, dan masalah serius. 

Pada tahap ini, kebutuhan anak sering kali lebih berkaitan dengan kemandirian dan bermain daripada kebutuhan fisik. 

Dr. Belsare memperingatkan bahwa keterlibatan berlebihan dalam kebiasaan makan balita dapat memicu masalah kesehatan seperti obesitas.

Baca Juga: Pilkada Serentak 2024: Pemerintah Tetapkan 27 November Sebagai Hari Libur Nasional

Usia di Atas 5 Tahun:
Ketika anak memasuki usia sekolah, kebutuhan emosional mereka menjadi lebih kompleks. 

Tekanan sosial dan kecemasan akademik sering muncul. Orang tua disarankan membangun komunikasi verbal yang terbuka melalui percakapan personal untuk memahami kekhawatiran anak dengan lebih baik.

Mengajarkan Anak Mengenali dan Menyampaikan Emosi

Mendorong anak untuk berbicara tentang emosi mereka bisa menjadi tantangan. Dr. Belsare menyarankan agar orang tua menjadi teladan dengan menunjukkan kerentanan mereka sendiri, misalnya berbicara tentang stres atau menunjukkan emosi. 

Dengan cara ini, anak-anak akan belajar bahwa mengekspresikan perasaan adalah hal yang wajar.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: TheHealthSite.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X