Redaksi88.com – Protein dikenal sebagai salah satu dari tiga makronutrien penting selain karbohidrat dan lemak. Zat gizi ini memiliki peran vital bagi tubuh manusia.
Dalam tubuh, protein hadir dalam berbagai bentuk dengan fungsi beragam, mulai dari membantu transportasi oksigen, mendukung sistem kekebalan, mengirim sinyal saraf, hingga menunjang pertumbuhan.
Meski begitu, muncul pertanyaan: apakah konsumsi protein berlebihan bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan?
Baca Juga: Mau Cuan Tambahan? Cek 6 Game Penghasil Saldo DANA Gratis 2025
Dilansir dari Healthline, ahli gizi menekankan bahwa kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda.
Faktor yang memengaruhinya meliputi berat badan, usia, komposisi tubuh yang diinginkan, tingkat aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan secara keseluruhan.
"Menurut standar Recommended Dietary Allowance (RDA), kebutuhan protein harian adalah 0,36 gram per pon atau setara 0,8 gram per kilogram berat badan," demikian keterangan Healthline yang dikutip pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Namun, sejumlah pakar menyebut orang yang aktif secara fisik membutuhkan asupan lebih tinggi.
Baca Juga: Ini Daftar Pinjol Cepat Cair dan Mudah yang Legal OJK 2025
Beberapa organisasi profesional bahkan merekomendasikan 1,2 hingga 2 gram per kilogram per hari.
Kebutuhan protein biasanya lebih besar pada atlet, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, maupun penderita penyakit tertentu.
Sebagai contoh, kebutuhan protein ibu hamil ditetapkan sekitar 1,1 gram per kilogram berat badan.
Lalu, apakah diet tinggi protein benar-benar berbahaya? Selama ini, kekhawatiran kerap muncul terkait dampaknya terhadap ginjal, jantung, dan tulang. Namun, sejumlah penelitian justru menunjukkan hal berbeda.
Artikel Terkait
Tips Memilih Foundation untuk Kulit Sawo Matang agar Tampil Stunning, Jangan Sampai Salah Shade!
Investasi Emas Online, Cara Kekinian Menabung Emas dengan Mudah
Tarif Impor 39 Persen dari Trump Hentikan Ekspor Emas Batangan ke AS
Mengulik Kandungan Bahan Aktif Obat Nyamuk: Amankah bagi Kesehatan?