Redaksi88.com – Buah ciplukan atau golden berry, yang berasal dari Indonesia, kini menjadi salah satu komoditas ekspor yang banyak dicari pasar global.
Tak hanya karena rasanya yang unik, tetapi juga karena kandungan nutrisinya yang dipercaya mampu menjaga kesehatan hingga membantu melawan berbagai penyakit, termasuk radang usus hingga kanker.
Dilansir dari Healthline, ciplukan berbentuk bulat kecil dengan kulit tipis menyerupai kelopak kering yang membungkus buahnya.
Baca Juga: Tren Modifikasi Lampu Bi-LED Mobil, Picu Keluhan Pengendara Lain karena Silau di Jalan Raya
Buah mungil ini kaya vitamin A, B, C, E, K1, serta sejumlah mineral penting. Kandungan antioksidannya juga disebut efektif menangkal radikal bebas yang kerap menjadi pemicu penyakit kronis.
Sejumlah penelitian internasional mencatat, golden berry mengandung senyawa fenolik yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker payudara dan usus besar, temuan ini memberi harapan besar atas manfaat buah asli Nusantara tersebut.
Di Indonesia, ciplukan mudah dijumpai, terutama di daerah tropis yang lembap. Tanaman ini sering tumbuh liar di pekarangan, tepi sawah, maupun ladang, misalnya di Sumedang, Jawa Barat.
Baca Juga: Diet Tinggi Protein Tak Seburuk yang Dibayangkan, Studi Ungkap Faktanya
Sayangnya, buah ini kerap dianggap remeh dan bahkan dibuang oleh masyarakat setempat. Padahal, di luar negeri, golden berry justru dijual dengan harga tinggi.
Banyak orang mengonsumsinya sebagai camilan sehat, dicampur dalam salad, diolah menjadi saus, atau dijadikan selai.
Rasanya manis segar dengan nuansa tropis mirip nanas dan mangga, sehingga digemari konsumen mancanegara.
Golden berry juga dikenal dengan berbagai nama lain, seperti Inca berry, Peruvian groundcherry, poha berry, hingga cape gooseberry.
Baca Juga: Mau Cuan Tambahan? Cek 6 Game Penghasil Saldo DANA Gratis 2025
Semua nama tersebut merujuk pada tanaman dari keluarga nightshade yang tumbuh subur di daerah beriklim hangat.
Artikel Terkait
Biar Nggak Salah Pilih, Ini 3 Lipstik Terbaik untuk Kulit Sawo Matang
Investasi Emas Online, Cara Kekinian Menabung Emas dengan Mudah
Tarif Impor 39 Persen dari Trump Hentikan Ekspor Emas Batangan ke AS
Mengulik Kandungan Bahan Aktif Obat Nyamuk: Amankah bagi Kesehatan?
Diet Tinggi Protein Tak Seburuk yang Dibayangkan, Studi Ungkap Faktanya