REDAKSI88.com — Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Sumardji, menegaskan bahwa pelatih kepala Timnas Indonesia yang baru wajib menjalankan program transfer pengetahuan kepada pelatih lokal.
Syarat ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses rekrutmen pelatih pengganti Patrick Kluivert yang saat ini sedang berjalan.
Sumardji menyebut bahwa keberadaan pelatih lokal dalam jajaran kepelatihan bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian integral dari strategi pembinaan jangka panjang PSSI.
Pria berusia 53 tahun itu menekankan bahwa pelatih kepala yang terpilih harus mampu bekerja sama dengan asisten lokal untuk memastikan alih kompetensi berjalan optimal.
Sumardji mencontohkan hubungan kerja antara pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong (STY), dan asistennya, Nova Arianto.
Menurutnya, pembelajaran yang terjadi selama periode STY menangani Timnas Indonesia menjadi bukti bahwa pendampingan pelatih asing dapat menghasilkan pelatih lokal yang lebih matang.
Sumardji menilai perkembangan Nova sebagai salah satu bukti nyata dari proses belajar yang konsisten. Ketua BTN PSSI itu menyebut keberhasilan Nova merupakan hasil dari kedekatan koordinasi antara keduanya selama bertahun-tahun.
Setelah berpisah dengan Patrick Kluivert pada pertengahan Oktober 2025, PSSI kini memasuki fase lanjutan pencarian pelatih kepala baru. Proses seleksi sudah melalui tahap penyaringan dari banyak nama menjadi lima kandidat terbaik.
Menurut Sumardji, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers bersama dua anggota Komite Eksekutif telah diberangkatkan ke Eropa untuk melakukan wawancara mendalam.
Baca Juga: Kluivert Gagal Bawa Garuda Terbang Jauh, PSSI Akui Perlu Evaluasi Serius
Mereka ditugaskan menggali komitmen para kandidat, termasuk kesediaan untuk menjalankan program transfer ilmu yang menjadi syarat utama PSSI.
Sumardji sendiri dijadwalkan menyusul ke Eropa untuk bergabung dalam tahap evaluasi final.