Terjerat Skandal Naturalisasi, Timnas Malaysia Kian Terpojok usai Terancam Denda Rp73 M dan Diskualifikasi Piala Asia 2027

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 27 September 2025 | 14:47 WIB
Football Association of Malaysia (FAM) diganjar sanksi oleh FIFA setelah ketahuan menurunkan pemain naturalisasi dengan dokumen yang dipalsukan.  (X.com/@FAM_Malaysia)
Football Association of Malaysia (FAM) diganjar sanksi oleh FIFA setelah ketahuan menurunkan pemain naturalisasi dengan dokumen yang dipalsukan. (X.com/@FAM_Malaysia)

Redaksi88.com – Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau Football Association of Malaysia (FAM) kini berada di ujung tanduk setelah terseret skandal naturalisasi yang mengguncang dunia sepak bola internasional. 

Alih-alih menuai pujian atas kemenangan besar, Harimau Malaya justru dijatuhi sanksi oleh FIFA karena kedapatan menurunkan pemain naturalisasi dengan dokumen palsu.

Skandal ini menjadi pukulan telak, bukan hanya bagi federasi sepak bola Negeri Jiran, tetapi juga bagi citra sepak bola Malaysia, bahkan ASEAN di mata dunia. 

Baca Juga: Kasus Dana Desa di Bengkulu Utara: Kantor Desa Lebong Tandai Digeledah Jaksa

Sebagian publik pun kini mempertanyakan, bagaimana mungkin proses naturalisasi bisa lolos jika dokumen yang diajukan ternyata bermasalah.

Jawabannya terungkap setelah FIFA membongkar skandal permainan kotor tersebut. Sanksi resmi pun diumumkan pada Jumat, 26 September 2025.

FAM kini berada dalam posisi sulit. Mereka menyangkal adanya niat buruk, namun bukti yang ada menunjukkan sebaliknya. 

FIFA juga tidak main-main dalam memberikan hukuman, denda Rp73 miliar serta larangan bermain selama setahun penuh bagi tujuh pemain Timnas Malaysia.

Baca Juga: Tangis Permintaan Maaf Nanik Deyang di Tengah 6.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan MBG

Situasi makin genting karena Malaysia juga terancam diskualifikasi Piala Asia 2027 apabila banding yang diajukan tidak membuahkan hasil. 

Berikut sejumlah fakta terbaru terkait kasus yang menjerat FAM dan Timnas Malaysia.

FIFA Tegas Soal Pemalsuan Naturalisasi

Dalam pernyataannya, Komite Disiplin FIFA menegaskan pemalsuan dokumen termasuk terkait naturalisasi maupun yang lainnya, tidak bisa ditoleransi. 

Baca Juga: Proyek Pani EMAS Diproyeksikan Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik

“Setiap bentuk kecurangan akan ditindak tanpa kompromi,” bunyi pernyataan resmi FIFA pada Jumat, 26 September 2025.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Garuda Muda Bersiap: Misi Emas di Negeri Gajah Putih

Minggu, 5 Oktober 2025 | 22:27 WIB
X