REDAKSI88.com – Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, resmi mengakhiri polemik dengan mahasiswa Universitas Ratu Samban (UNRAS) melalui pertemuan tertutup di ruang kerjanya, Selasa (7/4/2026) pukul 13.30 WIB.
Pertemuan tersebut menghasilkan titik terang atas kegaduhan yang sempat beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi oleh Asisten I, II, dan III Setdakab Bengkulu Utara, serta Kasat Intel Polres Bengkulu Utara. Sementara dari pihak mahasiswa dihadiri langsung oleh Ketua BEM UNRAS periode 2025, Febrian Sugiarto, beserta jajaran pengurus.
Baca Juga: Perdana di Palopo, Kejaksaan Negeri Terapkan Mekanisme Plea Bargain
Bupati Arie menegaskan bahwa isu intimidasi yang sempat mencuat sebelumnya murni disebabkan oleh kendala komunikasi dan perbedaan persepsi di lapangan.
“Hari ini terbangun komunikasi yang baik antara mahasiswa UNRAS dengan pemerintah daerah. Kami berdiskusi panjang lebar terkait agenda ke depan, sekaligus meng-clearkan kisruh yang sempat beredar di media sosial,” ucap Bupati Arie.
Ia menjelaskan bahwa situasi yang terjadi sebelumnya hanyalah dinamika komunikasi yang tidak tersampaikan dengan utuh.
“Saat itu saya hanya terjadi miskomunikasi yang terputus sehingga menimbulkan persepsi berbeda,” ujarnya.
Baca Juga: Teungku Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Seulawah 001 Wafat pada Usia 100 Tahun
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arie menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Ketua BEM dan pengurus UNRAS atas ketidaknyamanan yang muncul.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Kami sepakat untuk bersinergi. Pemerintah membangun daerah, mahasiswa membangun persatuan dan berkontribusi di bidang pendidikan,” tambah Bupati.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BEM UNRAS, Febrian Sugiarto, mewakili mahasiswa menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah atas kegaduhan yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa seluruh kesalahpahaman kini telah diselesaikan secara kekeluargaan.