REDAKSI88.com – Polrestabes Semarang berhasil meringkas dua pelaku begal sadis yang membacok seorang perempuan di Jalan Halmahera, Semarang Timur.
Pelaku utama, RIF alias Dito (25), merupakan residivis yang tercatat sudah empat kali masuk penjara sejak tahun 2019.
Dito ditangkap tim gabungan di sebuah konter ponsel di Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (7/4/2026) saat berupaya melarikan diri.
Sementara rekannya, BDS alias Weng (24), yang berperan sebagai pengemudi motor, diamankan petugas di wilayah Demak.
Baca Juga: Kecanduan Judi Online, Pemuda di Lahat Tega Mutilasi Ibu Kandung
Kapolrestabes Semarang, Brigjen Pol M Syahduddi, mengungkapkan bahwa Dito memiliki rekam jejak kriminal yang panjang.
“Pelaku utama merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang telah berulang kali menjalani hukuman sejak tahun 2019. Pada 2019 divonis penjara, kemudian 2020 kembali melakukan pencurian dengan pemberatan, lalu 2022 dan 2024 kembali melakukan pencurian dengan kekerasan,” papar Syahduddi dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).
Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa pisau lipat bergagang cokelat yang digunakan untuk melukai korban.
Baca Juga: Viral Perjuangan Guru di Lima Puluh Kota, Terjang Jalan Berbatu dan Sungai demi Mengajar
Senjata tajam tersebut ditemukan di hotel tempat Dito bersembunyi selama pelariannya di Magelang. Peristiwa pembegalan tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) pagi, bertepatan dengan perayaan Paskah.
Korban berinisial YH saat itu tengah menunggu jemputan temannya, ACH, untuk berangkat ke gereja. Tiba-tiba, para pelaku datang mendekat dan merampas barang berharga korban.
“Berdasarkan keterangan korban, pelaku mendekati dan meminta barang berharga. Karena korban berusaha mempertahankan, pelaku kemudian melakukan kekerasan menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan salah satu korban mengalami luka di bagian wajah,” jelas Syahduddi.
Baca Juga: Pernikahan Siri di Malang Berujung Laporan Polisi, Mempelai Pria Diduga Perempuan
Sebelum beraksi, kedua pelaku diketahui mengonsumsi minuman keras sejak dini hari. Motif pencurian muncul karena pelaku ingin membeli minuman keras tambahan namun tidak memiliki uang, sehingga mereka mencari korban secara acak.