REDAKSI88.com, BENGKULU UTARA –Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara dengan anggaran Rp 4,9 miliar kini tak rampung dan menuai sorotan publik.
Proyek yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut sebelumnya direncanakan selesai pada akhir 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Anik Khasyanti, menjelaskan pemutusan kontrak proyek merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya pengawasan dan teguran kepada pihak pelaksana tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Polisi Imbau Kewaspadaan, Hujan Deras Tingkatkan Risiko Pohon Tumbang
"Kami telah melakukan pengawasan intensif melalui konsultan pengawas. Namun, meski berbagai teguran dilayangkan, termasuk empat surat resmi, komitmen dari rekanan tidak terealisasi," kata Anik. Senin (6/1).
Menurut Anik, proyek yang didanai APBN 2024 ini tidak terserap maksimal. Teguran terakhir pada 10 Desember 2024 ditanggapi dengan janji perpanjangan waktu hingga 23 Desember, tetapi janji tersebut tidak ditepati.
Proyek Labkesda ini seharusnya selesai pada 26 Desember 2024. Namun, hingga kini progresnya baru mencapai 67,24 persen. Meski demikian, pencairan anggaran telah dilakukan dalam tiga tahap.
Baca Juga: KPK Tetapkan 2 Tersangka atas Kasus Korupsi Anak Perusahaan Telkom, Negara Rugi Rp280 Miliar
"Pencairan anggaran, yaitu uang muka 30 persen senilai Rp 1,4 miliar, tahap kedua sebesar Rp 995 juta, dan tahap ketiga senilai Rp 885 juta," kata Anik.
Menariknya, tidak hanya soal mangkraknya proyek miliaran rupiah, isu dugaan pemotongan anggaran mulai terendus keluar yang juga mengundang perhatian publik.
Kendati demikian, Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Anik Khasyanti, dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Baca Juga: Momen Haru Program Makan Bergizi Gratis, Siswa SD Menangis Ingat Ibunya “Mama Ngepel di Rumah Orang”
"Narasumbernya dari mana? Pastikan dulu kalau itu orang dalam. Sampai hari ini, tidak ada pemotongan seperti yang diberitakan," ujarnya.
Namun begitu, ketika disinggung mengenai total alokasi anggaran baik dari APBD maupun DAK tahun 2024, Anik bersama Sekretaris Dinas, Welson Hendri, mengaku tidak mengetahui.