Nama Desa Belagian, merupakan Desa Wisata Kahung Goepark Meratus yang terletak di Belagian Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Salah satu desa yang ada di bagian pulau pulau yang ada di perairan Waduk Riam Kanan. Sebuah desa seluas 121.95 Kilometer persegi yang punya history dan story.
Dahulunya areal Desa Liang Hantu tempat pemujaan warga kepada para Jin yang ada di hutan tersebut. Kini kesan angker tak ada lagi sejak hutan itu dipenuhi 350 jiwa penduduk dengan 105 Kepala Keluarga.
Dari titik nol kota Banjarmasin, sekira 3 jam perjalanan menggunakan mini bus, kita tiba di Dermaga Bukit Batu. Wilayah berbukit dan berbatuan menghampar, dengan pemandangan waduk luas di bawah kaki gunung mengintari.
Perahu Kelotok tampak siap menghantarkan wisatawan menuju Belagian, mengintari beberapa pula kecil berpenduduk di tengah waduk.
Dua jam mengarungi waduk, wisatawan tiba dan disambut ramah masyarakat adat Banjar, Desa Belagian, Desa Wisata Kahung Geopark Meratus.
Frasa Geopark Meratus merupakan wilayah geografi dengan keanekaragaman budaya dan hayati dengan kekayaan alam yang unik, langka dengan flora dan fauna yang terjaga dengan pengembangan konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi lokal.
Wisata itu digiatkan di Desa Kahung yang mengratiskan untuk para pencinta alam untuk melakukan riset. Untuk para wisatawan dengan fasilitas yang tersedia, hanya dikenakan Rp 180 ribu saja perorang.
Dari gapura desa, wisatawan harus berjalan kaki beberapa pulu meter, sembari menikmati gemericik air sungai yang bermuara di Waduk Riam Kanan. Saat memasuki perumahan desa, hanya tampak rumah yang di bangun dari kayu, selebihnya rumah batu (Bersemen).
Ditengah desa ada sebuah masjid Al Jihad dengan lambang Muhammadiyah, dan di seberang masjid tampak Mandrasah Ibtidaiyah, satu-satunya sekolah yang ada.
Untuk sekolah tahap lanjut, masyarakat mensekolahkan anaknya ke daerah Banjar. Dari desa inilah wisatawan menuju Hutan Hujan Tropis Kahung, dengan jarak tempuh 5,4 Km menggunakan kendaraan sepeda motor.
Laju kendaraan di jalan setapak melintasi hutan pohon karet, menuju hutan asri melintasi sungai, jembatang gantung dengan lokasi curam dan mendaki, wisatawan akan menemukan berbagai berbatuan besar yang berasal dari kelompok Batuan Ultramafik yang berumur 180-135 juta tahun lalu.
Kelompok batuan Diorit yang berumur 143-157 juta tahun lalu dan kelompok batuan Basal berumur 56-65 juta Tahun lalu. Termasuk jenis tumbuhan khusus hutan tropis saat melintas menuju ketinggian sekitar 1,456 meter diatas permukaan laut.
Wisatawan sempat berhenti dengan panduan pihak Dinas Kehutanan setempat, diperkenalkan sebatang kayu besar Benuang Laki, salah satu kekayaan hayati khas pegunungan Meratus yang ada.
Termasuk kekayaan fauna seperti monyet hitam (Hirangan), cacing kepala martil dan beruang madu, spesies katak, ular dan lainnya.
Wisata Desa Kahung yang ada, juga sangat dimungkinkan dilakukan di wilayah Provinsi Bengkulu dan ada kesamaan obyek dalam keunikan. Apalagi Provinsi Bengkulu mempunyai wilayah pegunungan dan pantai bersama keragaman budaya yang ada.
Penulis tinggal di Bengkulu kota.