Empat Tradisi Unik di Mukomuko Bengkulu Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 27 Februari 2025 | 15:10 WIB
Menyambut bulan suci Ramadahan 1446 Hijriah. (Pixabay/smuldur)
Menyambut bulan suci Ramadahan 1446 Hijriah. (Pixabay/smuldur)

REDAKSI88.com - Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. 

Seperti di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, masyarakatnya memiliki tradisi unik untuk menyambut bulan suci ini, yaitu dengan menjalankan empat tradisi turun-temurun yang sarat makna.

Berikut ini tradisi unik di Mukomuko menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah 

  1. Mandi "Balimau": Membersihkan Diri Lahir dan Batin

Salah satu tradisi yang paling menarik adalah mandi "balimau". Tradisi ini dilakukan dengan mandi menggunakan air yang dicampur dengan jeruk nipis dan bahan-bahan alami lainnya. 

Baca Juga: Hukum Mandi Junub di Siang Hari Saat Puasa Ramadhan, Niat dan Tata Caranya

Bagi masyarakat Mukomuko, mandi "balimau" bukan sekadar membersihkan diri secara fisik, tetapi juga sebagai simbol membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

  1. Doa Masuk Puasa: Ungkapan Syukur dan Harapan

Menjelang Ramadhan, masyarakat Mukomuko juga menggelar doa bersama untuk menyambut bulan suci ini. 

Doa ini merupakan ungkapan syukur atas kesempatan yang diberikan untuk bertemu dengan Ramadhan, serta harapan agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan selama menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan 2025, Tata Cara dan Waktu yang Dianjurkan

  1. Ziarah Kubur: Mengenang dan Mendoakan Leluhur

Tradisi ziarah kubur juga menjadi bagian penting dalam menyambut Ramadhan di Mukomuko. 

Masyarakat berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga dan leluhur untuk membersihkan makam, menabur bunga, dan membaca doa. 

Ziarah kubur ini menjadi momen untuk mengenang jasa-jasa leluhur dan mendoakan mereka yang telah berpulang.

Baca Juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2025 dan Apa Saja Amalan yang Dianjurkan?

  1. Syukuran dan Doa Bersama di Makam Ulama

Di beberapa daerah di Mukomuko, seperti Kecamatan V Koto, masyarakat juga memiliki tradisi syukuran dan doa bersama di makam ulama atau leluhur yang dihormati. 

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X