Hari Jumat: Sejarah, Makna, dan Keistimewaannya dalam Perspektif Islam

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Jumat, 16 Mei 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi - Hari Jumat: Sejarah, Makna, dan Keistimewaannya dalam Perspektif Islam. (pixabay/musthaqsms)
Ilustrasi - Hari Jumat: Sejarah, Makna, dan Keistimewaannya dalam Perspektif Islam. (pixabay/musthaqsms)

Redaksi88.com - Hari Jumat menempati posisi khusus dalam kalender Hijriyah, dianggap sebagai hari paling mulia dalam seminggu menurut ajaran Islam.

Tidak sekadar hari ibadah biasa, Jumat menyimpan rangkaian peristiwa kosmik, teologis, dan eskatologis yang membentuk identitasnya.

Setiap pekan, umat Muslim—khususnya laki-laki—berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat berjamaah, disertai khutbah yang menjadi sarana edukasi keagamaan.

Baca Juga: Menyelami Makna Kirab Waisak 2025: Ritual Spiritual Umat Buddha dari Mendut ke Borobudur

Namun, di balik rutinitas ini, tersimpan lapisan sejarah dan mukjizat ilahiah yang sering luput dari perhatian.

Berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Jumat adalah hari penciptaan Nabi Adam AS—manusia pertama sekaligus khalifah di muka bumi. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-A’raf (7): 189 tentang proses penciptaannya bersama Siti Hawa.

Meski awalnya ditempatkan di surga, keduanya diturunkan ke bumi pada hari yang sama akibat pelanggaran atas godaan iblis.

Baca Juga: Idul Adha 2025: Makna, Keutamaan, dan Tradisi di Indonesia

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengungkapkan bahwa Allah SWT menciptakan langit dan bumi pada hari Jumat, sekaligus menyempurnakan seluruh ciptaan-Nya di hari tersebut. Ini menjadikan Jumat sebagai simbol kesempurnaan kosmologis.

Keistimewaan yang Tak Tertandingi

Kewajiban Shalat Jumat

Diabadikan dalam Surat Al-Jumu’ah (62): 9-10, shalat Jumat adalah ibadah wajib yang menggantikan shalat Zuhur bagi laki-laki Muslim.

Allah memerintahkan umat-Nya untuk meninggalkan urusan duniawi sejenak dan bersegera menuju masjid saat panggilan azan berkumandang.

Baca Juga: Keutamaan, Jadwal dan Niat Puasa Syawal 2025: Simak Waktu Terbaik untuk Beribadah

Saat Mustajabah untuk Berdoa

Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi menegaskan bahwa Jumat menyimpan "waktu ijabah" (pengabulan doa).

Meski tidak spesifik disebutkan waktunya, ulama merujuk pada sejumlah momen seperti saat khutbah, antara dua khutbah, atau di akhir hari.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X