REDAKSI88.com – Menyimpan uang di tengah gejolak ekonomi jadi langkah penting yang tak bisa ditunda.
Namun, satu pertanyaan klasik masih banyak muncul, lebih menguntungkan mana, menabung di bank atau beli emas?
Keduanya sama-sama populer di kalangan masyarakat. Baik menabung di bank maupun berinvestasi emas punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada tujuan finansial yang ingin dicapai.
Menabung di bank cocok bagi mereka yang butuh dana cepat atau transaksi harian. Akses yang mudah, layanan digital yang praktis, serta ragam produk seperti deposito dan reksa dana jadi keunggulan utama.
Namun, satu kelemahan besar dari menabung di bank adalah nilainya yang rawan tergerus inflasi. Bunga tabungan umumnya tidak mampu mengimbangi laju kenaikan harga barang.
Di sisi lain, emas dikenal sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi. Nilainya relatif stabil dan cenderung naik dalam jangka panjang, menjadikannya pilihan favorit untuk menyimpan kekayaan.
Kini, masyarakat tak perlu repot beli emas fisik. Melalui platform seperti Galeri 24 milik PT Pegadaian, investasi emas bisa dilakukan secara digital maupun fisik dengan lebih mudah.
Pilihan menyimpan uang sebaiknya disesuaikan dengan rencana keuangan. Untuk dana darurat atau kebutuhan harian, bank lebih unggul. Tapi untuk perlindungan jangka panjang dari inflasi, emas bisa jadi solusi yang lebih cerdas.
Beberapa bank ternama seperti BRI, Mandiri, BCA, hingga Digibank by DBS juga menyediakan layanan simpanan yang fleksibel sesuai kebutuhan nasabah.
Pada akhirnya, baik emas maupun tabungan bank bisa jadi pilihan tepat, asalkan digunakan sesuai strategi dan prioritas keuangan masing-masing.***
Artikel Terkait
Juni 2025 Dipenuhi Libur Nasional dan Cuti Bersama, Cek Jadwalnya!
4 Cara Mengasah Pisau agar Tajam dan Mudah Memotong Daging Kurban
5 Bahan Alami untuk Mengempukkan Daging, Mudah Didapat di Dapur
Cara Praktis Mengecek Pencairan BSU Juni 2025: Syarat, Jadwal, dan Langkah-Langkahnya
IFG Dukung Perpusnas RI Tingkatkan Literasi Lewat Program Hibah Buku di 34 Provinsi di Indonesia
Kasus COVID-19 Kembali Naik, IFG Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan dan Perkuat Perlindungan Diri Lewat Asuransi Kesehatan