Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,12 Persen, Istana: Pemerintah Itu Jujur Mengeluarkan Data

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 16:52 WIB
Kepala PCO Hasan Nasbi saat konferensi pers di Kantor Kwarnas, Jakarta pada Kamis, 7 Agustus 2025.  (Tangkapan layar YouTube Kantor Komunikasi Kepresidenan)
Kepala PCO Hasan Nasbi saat konferensi pers di Kantor Kwarnas, Jakarta pada Kamis, 7 Agustus 2025. (Tangkapan layar YouTube Kantor Komunikasi Kepresidenan)

Redaksi88.com – Istana merespons keraguan sejumlah ekonom terkait data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen pada Kuartal II-2025.

Meski angka pertumbuhan itu telah diumumkan secara resmi, sebagian ekonom menilai kondisi ekonomi nasional justru masih menunjukkan pelemahan di beberapa sektor.

Menanggapi hal tersebut, Istana menegaskan bahwa data yang dikeluarkan pemerintah selalu berdasarkan fakta dan realitas yang terjadi di lapangan.

Baca Juga: Ridwan Kamil Jalani Tes DNA, Pengacara Sebut Dua Sampel Diambil: Proses Berjalan Baik dan Transparan

“Kalau keresahan mungkin framing ya, saya juga membaca beberapa ekonom yang mungkin tidak terlalu positif melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, saat ditemui di Kantor Kwarnas, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.

Hasan menekankan bahwa pemerintah bersikap terbuka dan tidak menyembunyikan kondisi sebenarnya, baik saat capaian ekonomi mengalami kenaikan maupun penurunan.

“Pemerintah itu jujur-jujur aja lho mengeluarkan data, kalau turun dibilang turun, kalau naik dibilang naik,” imbuhnya.

Baca Juga: Datangi Bareskrim untuk Tes DNA, Lisa Mariana: Semoga Lancar dan Tidak Ada Rekayasa

Ia juga mengulas data pertumbuhan sebelumnya yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). 

Pada Kuartal IV-2024, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,02 persen, lalu menurun menjadi 4,87 persen pada Kuartal I-2025.

“Tapi memang ada sebagian kalangan yang kalau turun dia percaya, kalau naik dia tidak percaya padahal dikeluarkan oleh BPS di bawah pemerintahan yang sama,” tukas Hasan Nasbi.

Baca Juga: Pengguna Skutik Wajib Tahu, Ini Perbedaan Oli Gardan dan Oli Mesin Motor Matic serta Waktu Penggantiannya

Dalam penjelasannya, Hasan juga menyoroti bahwa sebagian pihak hanya fokus pada data konsumsi dan belanja pemerintah, sementara aspek investasi kerap diabaikan.

“Investasi yang terealisasi artinya mereka spending di sini nilainya Rp942,9 triliun, hampir 50 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp1.900 triliun,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X