REDAKSI88.com- Ayah adalah sosok utama dalam keluarga, memberi perlindungan, keteladanan, dan penghidupan. Peran ini sangat dihargai dalam kehidupan keluarga.
Di Indonesia, Hari Ayah Nasional diperingati setiap tanggal 12 November sebagai momen penghormatan bagi peran ayah. Peringatan ini penting untuk mengenang jasa-jasa seorang ayah.
Perayaan ini, meski tak sepopuler Hari Ibu, memiliki sejarah khusus yang sarat makna, menegaskan pentingnya peran ayah dalam keluarga dan masyarakat.
Baca Juga: Sejarah 10 November: Hari Pahlawan, Menghidupkan Warisan Kepahlawanan Bangsa
Berdasarkan buku I Love U, Dad karya Dila Ariestiani, Hari Ayah biasanya dirayakan dengan ucapan dan hadiah bagi mereka yang telah berperan sebagai ayah.
Tradisi ini memiliki akar serupa di banyak negara yang mengenang ayah mereka pada hari khusus, namun Indonesia memiliki sejarah peringatannya sendiri.
Sejarah Hari Ayah Nasional di Indonesia
Mengutip laman Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hari Ayah Nasional diprakarsai oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).
Semua ini bermula pada 2014 saat PPIP mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu di Solo dalam rangka Hari Ibu. Sayembara ini diikuti antusias masyarakat.
Baca Juga: Mengapa Gunung Machhapuchhre Menjadi Simbol Suci dan Penuh Pesona di Nepal? Ini Fakta Menariknya
Sekitar 70 surat terbaik terkumpul dan kemudian dibukukan. Setelah itu, muncul pertanyaan tentang adanya sayembara menulis surat untuk ayah dan peringatan Hari Ayah.
Pertanyaan ini mendorong PPIP untuk mencari jawaban, termasuk melakukan audiensi ke DPRD Kota Surakarta. Namun, tidak ada jawaban pasti yang mereka dapatkan.
Setelah kajian panjang, PPIP mendeklarasikan tanggal 12 November sebagai Hari Ayah Nasional, disertai semboyan "Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya."
Baca Juga: Catat Tanggal dan Hari Santri 2024 di Sini!
Deklarasi ini digelar di Maumere, NTT, diiringi peluncuran buku Kenangan untuk Ayah, berisi surat-surat dari anak-anak di seluruh Nusantara.
Artikel Terkait
Apa Makna Tersembunyi di Balik Mitoni, Tradisi Kuno Jawa untuk Ibu Hamil
Jejak Sejarah dan Perkembangan Kelurahan Pasar Lais di Kabupaten Bengkulu Utara
Sejarah Hari Santri Mengenang Jejak Juang, Merajut Asa Bangsa
Catat Tanggal dan Hari Santri 2024 di Sini!
Mengapa Gunung Machhapuchhre Menjadi Simbol Suci dan Penuh Pesona di Nepal? Ini Fakta Menariknya
Sejarah 10 November: Hari Pahlawan, Menghidupkan Warisan Kepahlawanan Bangsa