Di sisi lain, seorang penulis juga perlu memiliki keahlian dalam menggambarkan latar hingga alur cerita inspiratif secara deskriptif.
Dikutip dari buku 'Yuk Ungkap Idemu' yang ditulis oleh Minarni Try Astuti, teks deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran cerita dengan kata-kata yang jelas dan terinci.
Artinya, cerita yang dibawakan secara deskriptif oleh penulisnya harus mampu membuat pembaca membayangkan objek atau tempat yang digambarkan dalam teks tersebut.
Baca Juga: Catat Tanggal dan Hari Santri 2024 di Sini!
Di sisi lain, unsur emosi yang terkandung dalam cerita juga harus dapat dirasakan oleh para pembaca.
Sebab, tujuan teks deskripsi adalah untuk menggambarkan sesuatu dari sudut pandang penulis yang membuat pembaca dapat merasakan, melihat, dan mendengar objek yang dipaparkan dengan detail.
Salah satu cara untuk meningkatkan unsur emosional itu dengan penggunaan majas-majas yang terdapat di dalam isi cerita.
Salah satu majas yang dapat digunakan yakni metafora yang dapat dipakai untuk menggambarkan analogi dan perumpamaan dua hal yang berbeda.***
Artikel Terkait
Mengapa Gunung Machhapuchhre Menjadi Simbol Suci dan Penuh Pesona di Nepal? Ini Fakta Menariknya
Sejarah 10 November: Hari Pahlawan, Menghidupkan Warisan Kepahlawanan Bangsa
Peringatan Hari Ayah Nasional, Sejarah dan Maknanya
HUT KORPRI Ke-53, Sejarah dan Tema
Tanggal 29 November 2024 Peringatan Hari Apa?
Kisah Inspiratif Mochtar Riady, Pebisnis Visioner dengan Filosofi Hidup Adem Ayem, Kini Bernilai Rp33,2 Triliun!