REDAKSI88.com, Bengkulu Utara– Nama Mochtar Riady identik dengan kisah sukses Lippo Group, konglomerasi besar yang menaungi lebih dari 50 anak perusahaan.
Dari PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) hingga PT Siloam International Hospitals (SILO), jejak bisnisnya melampaui batas geografis Indonesia dan mencakup kawasan Asia Pasifik, termasuk Hong Kong dan Shanghai.
Namun, di balik kemegahan Lippo Group, tersimpan kisah hidup seorang pria sederhana yang menghadapi badai kehidupan dengan filosofi hidup damai nan mendalam.
Inilah kisah inspiratif Mochtar Riady, pendiri Lippo Group, yang kini memasuki usia 96 tahun.
Bertahan Hidup di Tengah Kehilangan
Mochtar Riady lahir dari keluarga pedagang batik di Malang, Jawa Timur. Masa kecilnya dipenuhi duka mendalam.
Saat berusia 9 tahun, ia kehilangan sang ibu, diikuti kepergian tiga adiknya hanya dua tahun kemudian. Kehilangan ini menjadi ujian berat bagi seorang anak yang belum memahami arti keteguhan hati.
Pada usia 11 tahun, kehidupannya semakin getir. Ayahnya ditangkap karena dituduh menentang pendudukan Jepang. Mochtar pun harus hidup mandiri, bekerja dan bersekolah sendirian hingga usia 15 tahun.
"Pengalaman masa muda saya sangat berat, tetapi membentuk siapa saya hari ini," ujarnya dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Gilbert Lumoindong.
Memulai dari Nol, Jualan Batik
Tahun 1950 menjadi titik balik bagi Mochtar. Sepulang dari perantauan, ia memutuskan mengikuti jejak sang ayah menjadi pedagang batik.
Dengan penuh tekad, ia menjual pakaian batik di kawasan Kayutangan, Malang. "Setiap hari, saya harus menjual delapan batik agar bisa mencukupi kebutuhan hidup," kenangnya.
Artikel Terkait
Masih Ada Peluang! Optimalkan KUR BRI 2024 untuk Perkuat UMKM dan Dukungan Program Nasional
KUR BRI Solusi untuk Anda, Berikut Syarat dan Tabel Cicilan KUR BRI 26 November 2024
Tangis Haru Prabowo Pecah Saat Umumkan Kenaikan Gaji Guru, Kami Akan Terus Berjuang
Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Guru ASN dan Honorer, Riuh Tepuk Tangan Bergema di Velodrome
Prabowo Naikkan Gaji Guru, "Setiap Rupiah Milik Rakyat Harus Dinikmati oleh Rakyat"
Kata Para Guru Usai Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Guru, "Luar Biasa, Terharu, dan Bangga"