REDAKSI88.com- Jakarta – Kesempatan emas masih terbuka bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) masih memiliki kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 6,6 triliun yang siap disalurkan hingga akhir tahun 2024.
Dengan kuota awal sebesar Rp 165 triliun, BRI telah berhasil menyalurkan Rp 158,6 triliun kepada 3,4 juta debitur hingga Oktober 2024.
Komitmen ini sejalan dengan misi BRI untuk mendorong UMKM agar naik kelas melalui program graduasi.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menegaskan bahwa penyaluran KUR 2024 akan mengedepankan dua pendekatan utama, yakni inklusivitas untuk memperluas akses UMKM terhadap pembiayaan, serta mempersiapkan pelaku usaha memasuki tahap pre-graduasi.
“KUR perlu memiliki skema yang berbeda. Untuk inklusivitas, plafon bisa disesuaikan agar lebih banyak pelaku usaha yang terjangkau. Sedangkan untuk pre-graduasi, fokusnya adalah menyiapkan UMKM yang siap menuju kredit komersial,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (22/11).
Transformasi UMKM Melalui KUR: Angka dan Dampak
BRI mencatat bahwa plafon maksimal KUR Mikro sebesar Rp 100 juta kerap tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh debitur.
Sebagian besar pelaku UMKM memilih meminjam di kisaran Rp 30-40 juta. Untuk skema inklusivitas, plafon disarankan dibatasi hingga Rp 50 juta, sedangkan debitur pre-graduasi dapat mengakses hingga Rp 70 juta dengan siklus pinjaman hingga empat kali.
Studi bersama BRI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan dampak positif KUR bagi UMKM. Rata-rata pendapatan debitur meningkat 32%-50%, sementara keuntungan naik 34%-38%.
Selain itu, debitur KUR cenderung memiliki jumlah tenaga kerja 28% lebih banyak dibandingkan non-debitur.
Pilar Pembangunan Nasional: KUR Mendukung Program Prioritas
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, mengungkapkan bahwa KUR juga diintegrasikan dengan program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa program seperti ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga sektor perumahan akan mendapat dukungan dari skema pembiayaan KUR.
“Khusus sektor ketahanan pangan, historisnya 30% dari total KUR telah terserap untuk sektor pertanian. Selain itu, KUR juga mendukung sektor katering sebagai penyedia bahan makanan untuk program MBG,” jelas Ferry.
Artikel Terkait
Dua Hari Mediasi Tanpa Hasil, Warga Lanjutkan Aksi di PT Agricinal
Jubir FMBP: PT Agricinal Belum Memiliki Lima Sertifikat Pasca Perpanjangan HGU
Hasil Hitung Cepat CPI LSI Denny JA: Helmi Hasan-Mian Unggul di Pilgub Bengkulu 2024
Cek Hasil Pilgub Bengkulu 2024 Melalui Real Count KPU
Ini Hasil Perhitungan Suara Bupati/Walikota di Provinsi Bengkulu 2024 Melalui Real Count KPU
Dear Vicky, Jangan Dulu Menyerah! Begini Dukungan Seleb hingga Orang Terdekatnya Usai Dinyatakan Kalah Versi Quick Count