Redaksi88.com - Apakah anda mengalami gejala yang serupa? Kondisi seperti sperma berdarah atau dikenal secara medis sebagai hematospermia. Kondisi ini terjadi saat ejakulasi pria mengeluarkan air mani beserta darah.
Darah dalam sperma (hematospermia) mungkin tampak mengkhawatirkan bagi yang mengalaminya. Akan tetapi tidak perlu khawatir, pada umumnya, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya.
Rata-rata gejala kasus hematospermia pada pria di bawah usia 40 tahun, biasanya jarang menunjukkan tanda-tanda penyakit serius.
Seperti dikutip Redaksi88.com dari laman halodoc, bagi Anda yang ingin mengurangi rasa khawatir saat mengalami gejala sperma berdarah, berikut ini beberapa penyebab yang harus diperhatikan. Antara lain;
1. Penyumbatan.
Saluran reproduksi pria terdiri dari beberapa saluran kecil yang berguna untuk jalur keluarnya air mani.
Apabila salah satu saluran ini tersumbat, pembuluh darah yang ada di area sumbatan tersebut bisa pecah. Ini yang kemudian menyebabkan darah pada air mani.
Salah satu contoh kondisi kesehatan yang menyebabkan penyumbatan yaitu benign prostate hyperplasia.
Kondisi ini terjadi karena pembesaran prostat dan saluran kemih yang terjepit sehingga sperma tidak bisa keluar.
2. Inflamasi.
Peradangan atau inflamasi merupakan penyebab sperma berdarah yang paling umum terjadi.
Terdapat beberapa kelenjar atau saluran pada sistem reproduksi pria, antara lain prostat, uretra, epididimis, dan vesikula seminalis.
3. Dampak prosedur medis.
Pria dapat mengalami sperma berdarah setelah menjalani prosedur medis atau mengalami cedera pada organ reproduksi.
Artikel Terkait
8 Manfaat Minum Air Putih Bagi Kesehatan Tubuh
Cara Mencegah Penyakit Hepatitis Alkoholik, Begini Gejalanya
Tips yang Perlu Diketahui Agar Tidak Kekurangan Magnesium