Ada beberapa prosedur medis yang dapat memicu hematospermia diantaranya adalah, vasektomi, biopsi prostat, terapi radiasi.
Penanganan masalah pada kandung kemih, Serta cedera pada testis karena benturan atau cedera saat aktivitas seksual juga bisa berdampak pada sperma.
4. Infeksi
Sebab sperma berdarah berikutnya adalah infeksi pada alat reproduksi. Virus, bakteri, dan jamur bisa menyebabkan infeksi. Contohnya, penyakit seksual seperti klamidia atau gonore yang terjadi karena bakteri.
Selain dua yang sudah disebutkan, ada juga beberapa penyakit menular seksual pada pria yang perlu diketahui, yakni pria yang terinfeksi penyakit menular seksual, akan mengalami gejala seperti nyeri saat buang air besar dan adanya darah ketika ejakulasi.
5. Tumor.
Tumor yang tumbuh pada testis, kandung kemih, epididimis, atau prostat dapat menyebabkan sperma berdarah. Biasanya, tumor akan tetap jinak. Ini yang dalam dunia medis bernama polip.
Dalam kasus tertentu, tumor atau polip bisa berkembang menjadi kanker. Hematospermia pada pria usia lanjut perlu kamu khawatirkan karena bisa menjadi gejala tumor atau kanker.
6. Penyakit lain.
Dalam kondisi medis tertentu, sperma berdarah merupakan gejala dari penyakit lain. Namun, hanya sebagian kecil kasus yang mengindikasikan adanya penyakit serius.
Kondisi medis yang bergejala hematospermia adalah AIDS, leukimia, darah tinggi, dan masalah pada hati.
Jadi, itulah informasi yang perlu kamu ketahui mengenai gejala sperma berdarah (hematospermia).***
Artikel Terkait
8 Manfaat Minum Air Putih Bagi Kesehatan Tubuh
Cara Mencegah Penyakit Hepatitis Alkoholik, Begini Gejalanya
Tips yang Perlu Diketahui Agar Tidak Kekurangan Magnesium