REDAKSI88.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat Idul Fitri pada Sabtu, 29 Maret 2025.
Sidang isbat ini bertujuan menetapkan 1 Syawal 1446 H, sehingga umat Muslim Indonesia dapat melaksanakan shalat Id di masjid maupun lapangan.
Sementara pemerintah masih menunggu sidang isbat, Muhammadiyah telah mengeluarkan jadwal resmi melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/1.0/E/2025.
Berbeda dengan pemerintah yang menggunakan metode rukyatul hilal, Muhammadiyah menerapkan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal.
Muhammadiyah berpedoman pada gerak faktual bulan di langit, sehingga awal dan akhir bulan kamariah ditentukan berdasarkan posisi bulan sebagai benda langit.
Lebih rinci, Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, di mana matahari terbenam lebih dahulu daripada bulan, sekalipun selisihnya hanya satu menit atau kurang.
Baca Juga: Waspada Banjir Rob Mengintai Jakarta Utara Jelang Lebaran 2025, Pemprov DKI Kerahkan Pasukan Khusus
Bagi Muhammadiyah, jika pada saat matahari terbenam, bulan sudah berada di atas ufuk (walau hanya 0,1 derajat) di seluruh Indonesia, maka keesokan harinya sudah masuk bulan baru.
Berdasarkan maklumat tersebut, 1 Syawal 1446 H (Idul Fitri) jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
Dalam perhitungan hilal, bulan belum terlihat saat matahari terbenam pada Sabtu, 29 Maret 2025, sehingga bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.
Baca Juga: Prabowo: Zakat Harus Transparan dan Efektif
Selain Idul Fitri, maklumat ini juga memuat tanggal-tanggal penting dalam kalender Islam:
- 1 Ramadhan 1446 H: Sabtu Pahing, 1 Maret 2025.
- 1 Syawal 1446 H (Idul Fitri): Senin Pahing, 31 Maret 2025.
- 1 Zulhijah 1446 H: Rabu Kliwon, 28 Mei 2025.
- Hari Arafah (9 Zulhijah 1446 H): Kamis Pon, 5 Juni 2025.
- Idul Adha (10 Zulhijah 1446 H): Jumat Wage, 6 Juni 2025.***