nasional

Indonesia Siapkan Strategi Negosiasi Hadapi Tarif AS meski Posisi Dubes di Washington Lowong

Jumat, 11 April 2025 | 19:00 WIB
Langkah Pemerintah Indonesia Menghadapi Tarif Resiprokal Trump. (instagram.com/airlanggahartarto_official)

REDAKSI88.com - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan strategi diplomasi untuk menghadapi kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden AS Donald Trump. 

Namun, perhatian publik tertuju pada kekosongan posisi Duta Besar RI di Washington DC yang sudah berlangsung hampir dua tahun.

Rosan Roeslani, yang dilantik sebagai Dubes RI untuk AS pada 25 Oktober 2021, harus mengakhiri masa tugasnya lebih cepat setelah dipanggil kembali ke Jakarta pada Juli 2023 untuk menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN. 

Kariernya terus menanjak dengan dipercaya sebagai Menteri Investasi dan kini menjabat sebagai CEO Danantara di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Prabowo Gebrak Parlemen Turki: Kecam Penindasan Bangsa Besar dan Desak Dunia Buka Mata atas Tragedi Gaza

Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno menjelaskan kekosongan ini terjadi karena proses transisi pemerintahan. 

"Negosiasi semacam ini sudah level tinggi," tegas Havas, Senin (7/4/2025), menegaskan ketiadaan dubes tidak akan menghambat diplomasi.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto akan memimpin langsung perundingan dengan AS. Pemerintah telah menyiapkan empat strategi utama.

Langkah pertama melakukan revitalisasi TIFA dengan memperbarui perjanjian dagang 1996 yang dinilai sudah ketinggalan zaman. 

Baca Juga: Daftar Korban Kecelakaan Tragis Mobil Rombongan Umroh vs Bus di Gresik: 7 Meninggal, 2 Luka-Luka

Langkah kedua deregulasi Non-Tariff Measures (NTMs) dengan melonggarkan aturan TKDN sektor TIK dan evaluasi kebijakan perdagangan.

Ketiga melakukan peningkatan impor AS termasuk produk migas untuk menyeimbangkan neraca dagang, dan terakhir melibatkan pemberian insentif fiskal dengan melakukan pengurangan bea masuk dan pajak impor untuk meningkatkan daya saing.

"Kami menargetkan perdagangan bilateral senilai $18 miliar, termasuk impor gandum, katun, dan migas dari AS," jelas Airlangga.

Sebelum bertemu AS, Indonesia akan berkoordinasi dengan negara-negara ASEAN pada 10 April 2025 untuk menyelaraskan posisi. 

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB