Redaksi88.com – Desakan dari sejumlah Purnawirawan TNI agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya masih jadi topik hangat di tengah masyarakat.
Tuntutan tersebut berasal dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang secara resmi menyampaikan delapan poin kepada Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa tokoh senior yang membubuhkan tanda tangan dalam dokumen itu antara lain Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, dan Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan.
Menanggapi hal ini, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, membeberkan respons Prabowo.
Menurut Wiranto, ada ikatan emosional yang kuat antara Presiden Prabowo dengan para Purnawirawan TNI. Hal itu, katanya, karena mereka punya sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang sama selama di militer.
"Presiden memang menghormati dan memahami ya pikiran-pikiran itu. Karena kita tahu beliau dan para Purnawirawan satu almamater, satu perjuangan, satu pengabdian," ujar Wiranto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 24 April 2025.
Baca Juga: Pengacara Penggugat Ijazah Jokowi Justru Jadi Tersangka Pemalsuan Dokumen
"Dan tentu punya sikap moral yang sama ya dengan jiwa sapta marga ya dan sebuah prajurit itu. Oleh karena itu, beliau memahami itu," tambahnya.
Saat ditanya soal desakan agar Gibran mundur dari kursi wapres, Wiranto membenarkan bahwa itu memang termasuk dalam tuntutan yang diajukan oleh para purnawirawan.
Namun di balik itu, Wiranto mengungkap bahwa Prabowo juga punya kekhawatiran lain, yakni agar masyarakat tidak ikut terseret dalam perdebatan yang bisa menimbulkan keributan nasional.
"Beliau berpesan tadi kepada saya, akan disampaikan kepada masyarakat agar tidak ikut berpolemik masalah ini," ucap Wiranto.
"Tidak ikut menyikapi pro dan kontra, karena hanya akan menimbulkan kegaduhan," tandasnya.***