Redaksi88.com – Sebagian masyarakat Indonesia sedang ramai memperbincangkan keputusan perusahaan LG batal invesrasi di proyek baterai nikel terintegrasi dari hulu ke hilir di Tanah Air.
Penyebabnya, perusahaan asal Korea Selatan ini khawatir mengalami kerugian.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar PAN, Dradjad Wibowo, mengaku telah bertemu dengan perwakilan dari Korea Selatan, termasuk pihak konsorsium LG.
Baca Juga: Siap-siap Libur Panjang! Ini Daftar Lengkap Tanggal Merah dan Cuti Bersama Bulan Mei 2025
Dradjad mengungkapkan bahwa sebelumnya LG telah sepakat untuk menanamkan modal dalam proyek baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) senilai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,7 triliun.
Namun, di luar perkiraan, produsen mobil listrik asal China, BYD Auto Co. Ltd., yang kesulitan menjual produknya di Eropa akibat perang dagang, justru masuk ke Indonesia dengan berbagai kemudahan.
Masalahnya, fasilitas-fasilitas tersebut tidak diberikan kepada LG, sehingga perusahaan itu akhirnya membatalkan investasinya di proyek baterai nikel Indonesia.
"LG mikir lagi, kalau mau investasi terus, pasarnya turun, kami tidak diperlakukan sama dengan teman-teman dari China," ujar Dradjad dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada 24 April 2025.
Dalam kesempatan terpisah, Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin, juga memberikan tanggapannya terkait pembatalan investasi LG di proyek baterai nikel Indonesia.
"Kemarin kasus LG, batal (investasi) mungkin lebih baik lari ke negara lain," kata Ferry, seperti dikutip dari YouTube Rhenald Kasali yang ditayangkan pada Senin, 28 April 2025.
Merespons hal ini, Ferry meminta pemerintah Indonesia untuk tidak menyepelekan indikator Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Jadi tolong, RI jangan anggap remeh indikator indeks harga saham gabungan (IHSG)," tegasnya.