Redaksi88.com – CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan perintah Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi total terkait tata kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Sebelumnya diketahui, badan investasi pemerintah ini dibentuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Menanggapi hal itu, Rosan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi guna memastikan adanya kesamaan pemahaman dan visi antara Danantara dengan BUMN lainnya.
Baca Juga: Update Danantara: Aset Capai Rp16.476 Triliun, Stadion GBK Masih di Luar Hitungan
"Kita diminta mengevaluasi secara total, secara komprehensif dari semua direksi dan emak-emak perusahaan yang berada di BUMN," ujar Rosan di JCC Senayan, Jakarta, pada Senin, 28 April 2025.
"Untuk memastikan bahwa mereka mempunyai satu pemahaman, satu visi dan misi dengan Danantara dan BUMN lainnya," lanjutnya.
Rosan menjelaskan bahwa evaluasi ini tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan pihak penasihat untuk memastikan peningkatan kompetensi dan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik.
CEO Danantara itu juga mengungkap pesan tegas Prabowo yang menginginkan Danantara dikelola oleh orang-orang bersih dari kasus korupsi.
"Bapak Presiden sudah menekankan berkali-kali orang yang bersih, mempunyai target-target yang jelas," tegas Rosan.
Soal jumlah entitas yang dikelola, Rosan mengungkapkan bahwa saat ini Danantara telah mengelola 844 perusahaan, mencakup anak perusahaan, cucu, cicit, hingga unit usaha di bawah pengelolaan Danantara.
Baca Juga: Polresta Yogyakarta Berhasil Ungkap 10 Kasus Narkoba dalam Rentang Satu Bulan
"Jadi kalau di total itu ada 844 perusahaan. Dan itu sudah resmi berada di milik Danantara sejak 21 Maret yang lalu ya," terang Rosan.***