Redaksi88.com – Kasus dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), terus menjadi sorotan publik.
Sebelumnya, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu telah melaporkan lima orang ke Polda Metro Jaya terkait tuduhan tersebut.
Kini, Bareskrim Polri mengambil langkah lebih jauh dengan mendatangi Polresta Surakarta untuk mengumpulkan tujuh sampel ijazah yang disebut milik rekan-rekan Jokowi semasa di Jawa Tengah (Jateng).
Baca Juga: Dedi Mulyadi Siap Bantu Usut Identitas 20 Eks Pemain OCI yang Diduga Jadi Korban Eksploitasi
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa sampel tersebut akan digunakan sebagai pembanding untuk memverifikasi keaslian ijazah Jokowi.
"Kami ke Solo dan Yogyakarta untuk ambil sampel pembanding. Ini jadi salah satu kegiatan penyelidikan cari sampel pembanding, untuk uji labfor (laboratorium forensik)," kata Rahardjo dalam jumpa pers di Polresta Surakarta, Jateng, Kamis (8/5/2025).
Rahardjo memaparkan, ketujuh sampel diambil dari rekan-rekan Jokowi semasa menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan SMAN 6 Solo.
Baca Juga: MKGR Buka Pintu Lebar untuk Jokowi dan Gibran Jika Ingin Bergabung
"Dari sampel rekan Jokowi saat di SMA dan kuliah ini akan kita jadikan uji pembanding dilaksanakan uji labfor Polri," jelasnya.
Selain itu, pihaknya telah memeriksa sekitar 31 saksi, mulai dari teman kuliah hingga masyarakat yang melaporkan kasus ini untuk diklarifikasi.
"Proses kasus ini masih penyelidikan dan terus melakukan penyelidikan hingga perkara ini ada kepastian hukum. Apakah itu benar sesuai yang didalilkan. Tentu akan diproses lebih lanjut jika benar," tegas Rahardjo.
Baca Juga: Kejagung Tetapkan Bos Buzzer MAM sebagai Tersangka Kasus Perintangan Penyidikan
Lebih lanjut, Bareskrim juga mengumpulkan berbagai dokumen dari UGM terkait pendaftaran Jokowi, termasuk dokumen yang dilaporkan sebagai palsu, seperti ijazah hingga skripsi.
"Kita uji scientific investigation yang hasilnya nanti tidak terbantahkan. Hasilnya seperti apa tentu saja kita tunggu labfor forensik," pungkasnya.***