nasional

Kepala BPOM Bongkar Detail Vaksin TBC yang Didanai Bill Gates: Uji Klinis Fase Ketiga Sudah Berjalan di Indonesia

Kamis, 15 Mei 2025 | 06:00 WIB
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar (kiri) dan tokoh bisnis AS, Bill Gates. (Instagram.com / @taruna_ikrar - @thisisbillgates)

REDAKSI88.com – Isu mengenai vaksin Tuberkulosis (TBC) M72, yang didanai oleh filantropis dan tokoh bisnis ternama Amerika Serikat, Bill Gates, tengah menjadi sorotan publik di Indonesia.

Vaksin ini dikembangkan sebagai salah satu solusi inovatif untuk mengatasi epidemi TBC global, terutama di negara dengan beban penyakit tinggi seperti Indonesia.

Sebelumnya, vaksin M72 telah melewati uji klinis fase pertama dan kedua dengan hasil yang menjanjikan.

Kini, vaksin tersebut memasuki fase ketiga, di mana tingkat kemanjuran (efikasi) dan keamanannya diuji lebih lanjut pada populasi yang lebih besar.

Baca Juga: Telisik Skandal Pungli SYL: Mantan Menteri Pertanian Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin Usai Vonis 12 Tahun Penjara

Uji klinis ini melibatkan sekitar 20.000 relawan di seluruh dunia, termasuk 2.000 partisipan dari Indonesia sejak September 2024.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, Ph.D., menegaskan bahwa izin uji klinis vaksin M72 di Indonesia diberikan setelah melalui proses evaluasi ilmiah yang komprehensif.

Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam penelitian ini penting untuk berkontribusi pada pengembangan vaksin TBC yang lebih efektif.

"Sudah dilakukan (uji klinis) di berbagai negara, tapi kita (RI) ingin berkontribusi, karena itu Badan POM mengeluarkan izin, kan izin uji klinis itu kan ada di kami," ungkap Taruna dalam keterangan pers di Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).

Baca Juga: Megawati Ungkit Isu Ijazah Palsu Jokowi, Minta Ayah Gibran Pamerkan Dokumen Aslinya dengan Gamblang

"Kami sudah keluarkan dan sahkan dengan landasan ilmiah, maka kita izinkan uji klinis sesuai dengan standar saintifik," tambahnya.

Taruna mengingatkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, menempati peringkat kedua setelah India dengan 1.090.000 kasus aktif.

Oleh karena itu, kehadiran vaksin baru seperti M72 dinilai penting untuk mempercepat pengendalian penyakit ini.

Lebih lanjut, Kepala BPOM mengungkap bahwa tim independen evaluator, terdiri dari para profesor di bidang farmakologi dan imunologi, telah melakukan penilaian mendalam terhadap berbagai aspek keamanan vaksin M72.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB