REDAKSI88.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya solidaritas dan kolaborasi antarnegara Islam dalam merespons tantangan global yang semakin kompleks.
Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara-negara Anggota OKI (Parliamentary Union of the OIC Member States/PUIC) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5).
Prabowo menekankan bahwa PUIC hadir sebagai wadah strategis bagi parlemen negara-negara Islam untuk memperkuat diplomasi, menyuarakan keadilan, dan mencari solusi atas berbagai persoalan global.
"Perkumpulan parlemen negara Islam ini lahir dari kesadaran bersama bahwa dunia Islam membutuhkan wadah kebersamaan antara lembaga parlemen dalam menghadapi tantangan global dan untuk membela kepentingan umat Islam di manapun," ujarnya.
Dalam konteks geopolitik yang dipenuhi polarisasi dan persaingan antarnegara besar, ia menilai peran PUIC semakin krusial.
"Dalam dunia yang kini tengah dilanda polarisasi, konflik, persaingan antara negara-negara besar, keberadaan organisasi ini semakin penting, semakin relevan, dan semakin mendesak," tegas Prabowo.
Baca Juga: Megawati Ungkit Isu Ijazah Palsu Jokowi, Minta Ayah Gibran Pamerkan Dokumen Aslinya dengan Gamblang
Ia juga mendorong revitalisasi semangat Islam sebagai rahmat bagi alam semesta sekaligus menekankan bahwa persatuan umat Islam menjadi syarat mutlak untuk mendukung Palestina.
"Kalau kita lemah, tidak mungkin kita bisa bantu Palestina, bahkan suara kita pun tidak akan didengar. Suara kita didengar kalau kita bersatu dan kita kuat," tandasnya.
Baca Juga: Pasca Kasus Harvey Moeis, Tambang Ilegal Malah Merajalela, Begini Penjelasan Dirut Pt Timah Tbk
Selain itu, Prabowo menyambut positif tema konferensi PUIC tahun ini, "Good Governance and Strong Institutions". Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang baik dan kepemimpinan yang integritas menjadi fondasi ketahanan dan daya saing suatu bangsa.
"Islam pernah memimpin dunia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita harus kembali ke arah itu jika ingin mengangkat kesejahteraan umat. Tidak mungkin kita kuat kalau rakyat kita miskin," pungkasnya.***