REDAKSI88.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemimpinan yang jujur dan tata kelola pemerintahan yang bersih merupakan fondasi utama bagi negara-negara Islam untuk keluar dari jerat kemiskinan, ketimpangan sosial, serta tantangan global lainnya.
Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5).
Dalam pidatonya, Prabowo mendorong dunia Islam untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam mewujudkan tatanan global yang adil, damai, dan progresif.
"Kita menghadapi tantangan di mana tantangan ini merupakan sumber kelemahan, yaitu kemiskinan, kelaparan, korupsi, ketimpangan pendidikan, dan ketidakmampuan mengelola dan menjaga sumber daya kita masing-masing," tegasnya.
Ia menyambut positif tema konferensi PUIC tahun ini, "PUIC Silver Jubilee–Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience", yang dinilainya sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Menurut Prabowo, kebangkitan negara-negara Islam harus dimulai dengan penyelesaian masalah internal, terutama melalui penguatan institusi dan kepemimpinan yang berintegritas.
Baca Juga: Pendidikan Karakter ala Dedi Mulyadi Diperkuat: Siswa Jabar Dilarang Bawa HP ke Sekolah
"Tanpa tata kelola yang baik dan kuat, tanpa pemimpin yang jujur, negara tidak akan pernah memiliki daya tahan. Apalagi daya saing," ujarnya.
Prabowo juga mengingatkan kejayaan peradaban Islam masa lalu yang pernah menjadi pelopor di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia mengutip keteladanan pemimpin seperti Umar bin Khattab dan Muhammad Al-Fatih sebagai contoh kepemimpinan yang adil, visioner, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Meutya Hafid Soroti Kebijakan Siswa Nakal Masuk Barak TNI di Jabar: Bisa Jadi Model Nasional
Di kesempatan yang sama, Prabowo kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.
Ia mendesak negara-negara Islam untuk tidak hanya berwacana, melainkan mengambil aksi nyata menghentikan penderitaan rakyat Palestina.