Redaksi88.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada para pelaku usaha yang mengikuti retret, agar kemakmuran di Indonesia dapat dirasakan secara merata.
Prabowo menegaskan, para pengusaha khususnya anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin), tidak boleh hanya memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok usaha masing-masing.
Mereka juga diminta berperan aktif membantu masyarakat yang tertinggal, termasuk yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.
Baca Juga: Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Suap Proyek Peningkatan Fasilitas RSUD
"Tidak baik buat kehidupan bernegara jika hanya kita yang sejahtera dan makmur, sementara banyak orang yang hidup susah," ujar Prabowo di Hambalang, Jumat 8 Agustus 2025.
"Jika situasi ini dibiarkan, semua pihak akan rugi, karena masalah sosial yang tidak dikehendaki akan terjadi," sambungnya.
Menurutnya, ketika rakyat sejahtera, perekonomian nasional akan berjalan lebih baik, menciptakan iklim positif bagi dunia usaha, dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Nikita Mirzani Laporkan Aparat Hukum di Persidangannya ke KPK, Tuding Ada Suap dengan Reza Gladys
"Tugas saya adalah membantu yang kecil, mikro, dan yang tertinggal," pungkasnya.
Saat ini, pemerintah tengah menjalankan sejumlah program pengentasan kemiskinan, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah, pembentukan koperasi desa/kelurahan Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, serta perlindungan bagi pekerja migran.
Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan desa, percepatan sektor pertanian, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di setiap desa.
Baca Juga: Berkaca dari Kasus di Bali, Menkumham Tegaskan Royalti Bukan Pajak: Negara Tidak Mendapat Apa-apa
Prabowo mengapresiasi anggota Kadin yang mengikuti retret di Akademi Militer Magelang untuk memperkuat nilai patriotisme.
"Saya harap retret nanti menghasilkan pengusaha pejuang yang bekerja dalam semangat Indonesia Incorporated," tutupnya.***