Redaksi88.com – Istana Kepresidenan angkat bicara soal situasi memanas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyusul gelombang aksi protes warga terhadap Bupati Sudewo.
Aksi unjuk rasa besar-besaran berlangsung di Alun-Alun Pati pada Rabu, 13 Agustus 2025, dengan tuntutan agar Sudewo mundur dari jabatannya sebagai Bupati Pati.
“Kami dari pemerintah pusat, terutama saya sendiri memang sejak munculnya dinamika di Kabupaten Pati, kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025.
Baca Juga: KPK Geledah Dua Lokasi terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, Sita Mobil hingga Dokumen Penting
Prasetyo mengungkapkan pihaknya terus memantau perkembangan aksi yang dilakukan masyarakat Pati dan menghormati proses unjuk rasa yang dilakukan tersebut.
“Hari ini juga kita memonitor bahwa ada kegiatan unjuk rasa di Pati berkenaan dengan permasalahan kebijakan yang diambil oleh Bupati Pati,” imbuhnya.
Ia meminta semua pihak terkait untuk menahan diri dan menyebut telah berkomunikasi dengan Bupati Pati, Sudewo, serta Gubernur Jawa Tengah.
“Saya juga memonitor terus, berkomunikasi dengan Bapak Gubernur Jawa Tengah, semoga bisa kita cari jalan keluar terbaik,” tambahnya.
Selain itu, terkait keputusan DPRD Pati yang menggelar rapat membentuk panitia khusus (Pansus) pemakzulan, Prasetyo menyatakan menghormati langkah tersebut.
“Kami tadi memonitor bahwa DPRD kabupaten Pati juga menggunakan haknya,” ucap Prasetyo.
“Semua proses kita hormati, Pemerintah Pusat akan terus memonitor dan berkoordinasi,” tandasnya.
Baca Juga: Didemo Warga untuk Mundur, Bupati Pati Sudewo Diduga Juga Terlibat Kasus Suap Proyek Kereta
Aksi protes di Pati sempat diwarnai kericuhan ketika Sudewo dilempar sandal jepit hingga botol minum saat mencoba melakukan audiensi dengan massa.