REDAKSI88,com – Rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (4/12/2025), berlangsung panas setelah anggota dewan melontarkan kritik keras terkait penanganan banjir yang melanda Sumatra.
Sorotan tajam bahkan datang dari anggota Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, yang secara langsung meminta Raja Juli mundur dari jabatannya.
Dalam rapat tersebut, Usman Husin menilai Menteri Kehutanan gagal menunjukkan empati dan tidak mampu menjalankan tugasnya dalam mengelola kebijakan kehutanan yang berkaitan dengan mitigasi bencana.
Baca Juga: Update Korban Banjir dan Longsor di Sumatera: Meninggal Dunia 753, 650 Jiwa Dilaporkan Masih Hilang
“Kalau saya lihat Pak Menteri enggak punya hati nurani,” kata Usman membuka kritiknya.
Kritik tersebut memuncak ketika Usman secara tegas mendesak Raja Juli untuk meletakkan jabatan jika merasa tidak mampu mengatasi persoalan kehutanan yang diduga berkontribusi pada bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatra.
“Kalau Pak Menteri enggak mampu, mundur aja Pak Menteri,” tegasnya.
Usman Husin juga menyoroti kebijakan perizinan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menyebut adanya penerbitan izin yang tetap berjalan meskipun pemerintah daerah mengisyaratkan penolakan.
Baca Juga: BNN Tangkap Buronan Kelas Kakap Dewi Astuti di Kamboja, Dalang Penyelundupan 2 Ton Sabu
“Saya contoh di tempat, bulan Oktober Pak Menteri keluarkan izin, Bupati sudah katakan stop, surrender izin ditutup. Ternyata Oktober, 30 November izinnya keluar,” ungkap Usman.
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah, terutama di tengah tingginya risiko banjir di kawasan yang mengalami alih fungsi lahan.
Selain itu, Usman mempertanyakan paparan Raja Juli mengenai penurunan angka deforestasi di tiga provinsi sepanjang tahun 2025. Ia mempertanyakan pihak yang melakukan penanaman kembali sehingga angka deforestasi bisa menurun.
“Bapak menayangkan tadi deforestasi di tiga provinsi, tahun 2025, Masyaallah, turun Pak. Siapa yang nanam terus siapa yang nanam setahun ini Pak?” tanya Usman.