nasional

Terkait Viralnya Ribuan Motor Trail-Listrik Berlogo BGN di Media Sosial, Kepala BGN Beri Penjelasan Begini

Rabu, 8 April 2026 | 13:00 WIB
Menyoroti viralnya ribuan motor listrik hingga trail dengan berlogo BGN yang kini diklaim sebagai kendaraan operasional program makan bergizi gratis (MBG). (Instagram.com/@undercover.id)

REDAKSI88.com – Publik di media sosial tengah memperbincangkan ribuan sepeda motor yang diduga menjadi kendaraan operasional dalam program makan bergizi gratis (MBG). 

Video yang memperlihatkan motor trail hingga motor listrik dalam kondisi terbungkus rapi dan diangkut menggunakan mobil besar beredar luas di media sosial.

Dalam unggahan akun Instagram @undercover.id pada Selasa, 7 April 2026, terlihat ribuan motor yang telah ditempeli logo Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga: Polemik Tarif Parkir RSUD Cibinong Bergulir, Vendor Parkir Diduga Datangi Rumah Pengunggah Video

"Belum jelas, sudah dispill," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan kepada publik.

Ia membenarkan bahwa ribuan motor yang beredar di media sosial merupakan bagian dari pengadaan yang telah direncanakan sejak tahun lalu.

Kendaraan Operasional Kepala SPPG

Dalam keterangannya, Dadan menjelaskan bahwa pengadaan motor operasional MBG merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025. 

Kendaraan tersebut ditujukan untuk mendukung operasional Program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Viral Curhatan Pilu Seorang Wanita di Medsos, Menangis 600 Pohon Pisangnya Diduga Diracun Orang Tak Bertanggung Jawab

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.

Belum Resmi Dibagikan

Dadan memastikan motor operasional MBG tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. 

Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini