nasional

Presiden Prabowo Targetkan Elektrifikasi 100 GW untuk Hapus Impor BBM dalam 3 Tahun

Jumat, 10 April 2026 | 09:05 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pencapaian program elektrifikasi sebesar 100 gigawatt (GW). (Bakom RI)

REDAKSI88.com – Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pencapaian program elektrifikasi sebesar 100 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan.

Langkah strategis ini diambil guna mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Dalam pidatonya saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries (VKTR) di Magelang, Kamis (9/4/2026), Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk beralih sepenuhnya ke energi bersih.

Baca Juga: Kementerian HAM dan ICCN Jajaki Kolaborasi Global Perkuat Hak Dasar di Kota Kreatif

Salah satu kebijakan utamanya adalah menutup 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN.

“(Program Elektrifikasi) 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam 2 tahun. Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak,” tegas Prabowo.

Penutupan 13 unit PLTD tersebut diprediksi akan memberikan dampak instan terhadap efisiensi konsumsi BBM nasional.

Prabowo mengalkulasi bahwa langkah ini mampu menghemat kebutuhan minyak dalam jumlah besar setiap harinya.

Baca Juga: Polrestabes Semarang Tangkap Begal Sadis di Jalan Halmahera, Pelaku Residivis Kambuhan

“Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN akan kita tutup. Dari menutup itu, kita akan menghemat 200 ribu barel sehari,” imbuhnya.

Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel BBM per hari. Pemerintah optimis program elektrifikasi masif ini dapat memangkas angka impor secara drastis hingga mencapai nol persen dalam waktu dekat.

“Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20 persen. Dan dengan nanti 100 gigawatt, kita juga akan menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,” kata Presiden.

Baca Juga: Zaskia Adya Mecca Keluhkan Ketidakjelasan Prosedur Sidang di Pengadilan Militer Jakarta

Prabowo menyatakan optimisme tersebut didasari oleh melimpahnya sumber daya energi dalam negeri yang belum tergarap maksimal. Ia meyakini transisi menuju energi mandiri akan menjadi sorotan global.

Halaman:

Tags

Terkini