nasional

Siapa Nasaruddin Umar: Ini Sosok dan Profil Menag Besutan Presiden Prabowo Subianto

Senin, 21 Oktober 2024 | 11:13 WIB
KH Nasaruddin Umar (Tengah) Terima Kunjungan Menlu Republik Korea ke Masjid Istiqlal. (Foto/istiglal.or.id)

Salah satu peran pentingnya adalah sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta, yang menjadikannya salah satu figur sentral dalam kehidupan beragama umat Islam di Indonesia.

Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia dari tahun 2011 hingga 2014, di mana ia memainkan peran penting dalam pengembangan kebijakan keagamaan yang inklusif dan toleran.

Sebagai seorang ulama yang memiliki pandangan luas tentang hubungan antaragama, Nasaruddin Umar juga terlibat dalam berbagai inisiatif lintas agama.

Beliau merupakan pendiri organisasi Masyarakat Dialog Antar Umat Beragama, yang bertujuan untuk membangun dialog yang lebih baik antara berbagai kelompok agama di Indonesia dan dunia.

Baca Juga: Gerak Cepat Prabowo Umumkan Kabinet, Pengamat: Langsung Tancap Gas!

Dedikasinya dalam memperkuat dialog antaragama juga terlihat dari posisinya sebagai anggota Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Selain itu, pada tahun 2022, Nasaruddin Umar terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As'adiyah, sebuah lembaga pendidikan agama yang memiliki pengaruh besar di Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, lembaga ini terus berkembang sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terbesar dan paling dihormati di Indonesia.

Membangun Dialog Antaragama Salah satu pencapaian monumental Nasaruddin Umar adalah keterlibatannya dalam Deklarasi Bersama Istiqlal 2024, yang ia tandatangani bersama Paus Fransiskus.

Deklarasi ini merupakan simbol komitmen bersama dalam membangun perdamaian dan harmoni antar umat beragama, khususnya antara Islam dan Katolik.

Baca Juga: Strategi Mewujudkan Swasembada Pangan di Era Prabowo Subianto: Perspektif Guru Besar Universitas Jember

Kunjungan Paus ke Indonesia dan penandatanganan deklarasi tersebut merupakan peristiwa bersejarah yang memperkuat peran Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan pluralisme.

Karya Tulis dan Pemikiran Sebagai seorang intelektual, Nasaruddin Umar telah menulis berbagai karya ilmiah yang memiliki pengaruh besar, salah satunya adalah buku berjudul Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur'an yang diterbitkan oleh Paramadina pada tahun 1999.

Dalam bukunya ini, Nasaruddin secara mendalam mengkaji bias gender dalam penafsiran Al-Qur'an dan menawarkan perspektif yang lebih inklusif dan adil terhadap perempuan dalam Islam.

Karya ini mendapat apresiasi luas baik di kalangan akademisi maupun praktisi agama, karena memberikan pemahaman yang lebih progresif tentang peran perempuan dalam Islam.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB