Redaksi88.com- Nama H. Muhamad Mardiono, B.A masuk kedalam jajaran kepala badan yang dilantik Presiden Prabowo Subianto, Selasa (22/10/2024).
Ia dipercayai memegang peranan penting sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan di bawah Presiden Prabowo Subianto
Pria kelahiran Yogyakarta pada 11 Juli 1957 menempuh pendidikan dasarnya di Yogyakarta sebelum melanjutkan ke SMP dan SMA di Magelang, ia lulus pada tahun 1976.
Mardiono memulai kariernya di dunia usaha dengan mendirikan sejumlah perusahaan, termasuk pengelola stasiun pengisian bahan bakar, penyedia jasa logistik, serta pemasok untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Bisnisnya berpusat di Banten, dan kesuksesan perusahaannya menjadikannya tokoh penting di sektor logistik dan perdagangan.
Antara tahun 2002 hingga 2007, Mardiono menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Banten, di mana ia berperan besar dalam memajukan ekonomi daerah.
Menurut laporan kekayaan yang ia sampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2022, aset Mardiono mencapai Rp1,27 triliun, dengan sebagian besar kekayaannya berupa properti tanah. Data ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia.
Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Ketua MA: Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H
Karier Politik
Selain sukses di dunia bisnis, Mardiono juga terlibat aktif dalam politik. Ia bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 2016 dan dengan cepat menjadi salah satu figur penting di partai tersebut.
Namanya sempat diajukan sebagai calon potensial dalam Pemilihan Gubernur Banten tahun 2017. Selain menjabat sebagai Ketua DPW PPP Banten, Mardiono juga pernah menjadi Wakil Ketua Nasional di bawah kepemimpinan Muhammad Romahurmuziy.
Pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, sebuah posisi yang dipegangnya hingga November 2022.
Ia juga sempat berniat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PPP pada tahun 2020, namun akhirnya mengundurkan diri, memungkinkan Suharso Monoarfa terpilih secara aklamasi.