Redaksi88.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa rencana Indonesia bergabung dengan BRICS merupakan langkah strategis untuk memperluas kemitraan internasional dan memperkuat posisi Indonesia di berbagai forum global.
Menurut Prabowo, keanggotaan dalam BRICS akan membawa Indonesia untuk tidak hanya terikat dalam satu blok, tetapi hadir di semua tempat.
Prabowo menyampaikan bahwa negara-negara dengan ekonomi besar, termasuk beberapa negara tetangga, sudah tergabung dalam BRICS.
Ia melihat keanggotaan ini penting bagi Indonesia, mengingat besarnya potensi kerja sama ekonomi dan peluang memperkuat pengaruh internasional.
Baca Juga: Simak Kisah Prabowo Muda, Dirikan LSM Bareng Soe Hok Gie
"BRICS kita lihat ekonomi-ekonomi besar, India, Brazil, Tiongkok, Afrika Selatan, sudah di situ dan negara-negara tetangga kita banyak yang sudah ke situ," ujarnya dalam wawancara eksklusif bersama Retno Pinasti dari SCTV yang dikutip pada Senin (28/10).
Prabowo menjelaskan bahwa negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Mesir juga telah menunjukkan minat untuk bergabung dengan BRICS.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan BRICS sebagai wadah penting bagi negara-negara yang ingin memperluas jangkauan ekonominya.
"Thailand, Malaysia nyatakan minat, UEA, Mesir," lanjutnya, menekankan bahwa Indonesia perlu hadir di organisasi tersebut agar tidak tertinggal dalam kemitraan global.
Baca Juga: Prabowo Tegas Berantas Judi Online, Sangat Membahayakan
Keanggotaan Indonesia dalam BRICS, kata Prabowo, bertujuan agar Indonesia tidak terperangkap dalam blok tertentu.
Menurutnya, prinsip dasar Indonesia adalah untuk berada di semua tempat dan menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak.
"Indonesia ini kan tidak boleh ikut blok-blokan tapi kita mau berada di mana-mana," jelasnya, menekankan pentingnya sikap non-blok dalam diplomasi Indonesia.
Dalam keterangan pers sebelumnya pada Jumat, 25 Oktober 2024, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Indonesia telah secara resmi mengajukan keinginan untuk bergabung dalam BRICS melalui pertemuan KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia, pada 23-24 Oktober 2024.