nasional

Polisi Libatkan Psikolog Forensik untuk Ungkap Misteri Motif Remaja Tega Habisi Ayah dan Nenek di Cilandak

Minggu, 1 Desember 2024 | 19:42 WIB
Ilustrasi- Polisi melibatkan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) guna memeriksa kejiwaan pelaku dan menggali lebih dalam penyebab tragedi ini. (Pixabay/Einloggen)

REDAKSI88.com, Jakarta- Seorang remaja berinisial MAS (14) tega menghabisi nyawa ayah dan neneknya di kediaman mereka di kawasan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kasus ini menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya terjadi hingga anak semuda itu terjerumus dalam aksi pembunuhan.

Dalam upaya menguak tabir kelam di balik peristiwa ini, Polres Metro Jakarta Selatan langsung bergerak cepat. Hasil tes urine terhadap pelaku menjadi salah satu langkah awal yang dilakukan pihak kepolisian.

Baca Juga: Polisi Periksa Urine Remaja yang Menghabisi Ayah dan Nenek di Lebak Bulus

"Tes urine (remaja MAS) negatif," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Gogo Galesung, kepada media usai olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (30/11/2024).

Meski hasil tersebut memastikan pelaku bebas dari pengaruh narkoba, misteri tetap menyelimuti motif di balik aksi keji ini.

Untuk itu, polisi melibatkan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) guna memeriksa kejiwaan pelaku dan menggali lebih dalam penyebab tragedi ini.

Baca Juga: Tragedi di Lebak Bulus, Remaja Akui Dapat Bisikan Sebelum Menghabisi Ayah dan Neneknya

"Kami sedang menggandeng Apsifor untuk mendalami motif, karena bagaimanapun, pelaku yang masih anak-anak harus didampingi secara khusus dalam proses pengambilan keterangan," jelas Gogo.

Dalam interogasi awal, MAS mengaku mendapatkan bisikan misterius sebelum melakukan pembunuhan tersebut. Ia menyebutkan bahwa dirinya merasa tidak bisa tidur dan terus dihantui oleh hal-hal yang mengganggu pikirannya.

Baca Juga: Kronologi Peristiwa Tragis di Perumahan Taman Bona Indah, Remaja 14 Tahun Tega Menghabisi Ayah dan Neneknya

"Dia merasa ada sesuatu yang membisiki, membuatnya resah, hingga akhirnya dia melakukan tindakan itu," tutur Gogo.

Namun, polisi menegaskan bahwa pengakuan tersebut masih sangat awal dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

Pihak berwenang tengah berupaya memahami apa yang memicu tindakan ekstrem tersebut, termasuk menelaah kondisi lingkungan keluarga dan faktor lain yang mungkin menjadi pemicu.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB