REDAKSI88.com, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, yang semakin sering terjadi akibat tingginya curah hujan di puncak musim hujan ini.
Dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG pada Sabtu, 1 Februari 2025, Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa semua pihak harus berupaya menghindari risiko bencana dengan memahami tanda-tanda awal banjir bandang dan tanah longsor.
"Seluruh pihak berupaya untuk keselamatan menghindari potensi bencana. Saat ini kita baru membicarakan potensi, agar apabila itu terjadi, jangan sampai ada yang menjadi korban," ujar Dwikorita.
Baca Juga: 6 Fakta di Balik Layar Squid Game 3, Ternyata Season 2 dan 3 Awalnya Dirancang Bersamaan
Tanda-Tanda Awal Banjir Bandang
Dwikorita menjelaskan bahwa bantaran sungai adalah area paling berbahaya saat hujan deras karena menjadi jalur pertama saat air sungai meluap. Berikut beberapa tanda awal banjir bandang yang perlu diwaspada.
Jika air sungai yang biasanya jernih tiba-tiba berubah menjadi keruh, itu bisa menjadi indikasi awal banjir bandang.
"Tanda awal akan banjir bandang itu selain mendung di atas, juga kalau aliran sungai mulai keruh," jelas Dwikorita.
Keruhnya air sungai menandakan adanya erosi di hulu sungai, yang bisa menjadi pertanda meningkatnya debit air secara cepat.
"Air mulai keruh berarti sudah terjadi erosi di atas, sehingga segera meninggalkan sungai," imbuhnya.
Jika air sungai terlihat mulai naik, meskipun perlahan, sebaiknya segera meninggalkan bantaran sungai.
"Kalau air keruh, apalagi airnya sedikit naik, itu sudah harus secepat mungkin meninggalkan sungai," tambahnya.
BMKG selalu memperbarui prediksi waktu hujan untuk membantu masyarakat mengantisipasi risiko banjir bandang.
Tanda-Tanda Awal Tanah Longsor
Dwikorita juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah lereng atau tebing untuk segera meninggalkan area rawan longsor saat cuaca mulai mendung.