"Mohon dukungan masyarakat agar negara tidak dibanjiri barang selundupan ilegal, sehingga industri dalam negeri memiliki daya saing di pasar domestik dan internasional," kata Budi.
Baca Juga: Dibersihkan dalam Pidato Presiden Prabowo, Isyarat Reshuffle Kabinet? Ini Jawabannya
Teridentifikasi 351 'Pelabuhan Tikus'
Desk Penyelundupan menemukan 351 pelabuhan tikus yang menjadi jalur utama penyelundupan, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah timur Pulau Sumatera.
"Satgas khusus telah dikerahkan untuk memantau wilayah Sumatera bagian timur, yang memiliki lalu lintas laut paling padat," ujar Budi.
Pihaknya juga sedang memperketat pengawasan terhadap jalur ilegal ini untuk mencegah penyelundupan lebih lanjut.
Baca Juga: Presiden Prabowo Ultimatum Jajaran Kabinet Merah Putih: Siapa yang Tidak Patuh, Saya Akan Tindak
Jalur Perbatasan Darat Juga Jadi Tempat Penyelundupan
Selain jalur laut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap bahwa penyelundupan juga banyak terjadi melalui perbatasan darat dengan modus berbeda.
"Barang ilegal bisa masuk melalui kapal kayu tanpa izin resmi atau melalui perbatasan darat yang sulit diawasi," jelasnya.
Modus lainnya adalah 'karoseling', di mana barang pura-pura diekspor namun sebenarnya kembali masuk ke dalam negeri.
"Pelaku juga menggunakan kapal cepat (high speed) dengan kecepatan di atas 70 knot untuk menghindari patroli," tambah Sri Mulyani.***